WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Bupati Natuna, Wan Siswandi, dikenal memiliki kedekatan yang erat dengan para ulama. Hal ini dibuktikan dengan seringnya beliau mengundang ulama-ulama ternama untuk mengisi acara tabligh akbar di Natuna.
Dalam periode kepemimpinannya, Bupati Wan Siswandi menghadirkan Ustaz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Ustaz H.Dr. Das’ad Latif, dan Buya Arrazy Hasyim dalam acara tabligh akbar.
“Kehadiran para ulama ini sangat memberikan semangat bagi kami untuk terus membangun Kabupaten Natuna menjadi lebih baik,” ujar Bupati Wan Siswandi, kepada Wartakepri.co.id.
Tabligh akbar yang digelar Bupati Natuna bersama ulama-ulama ternama memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ribuan jamaah yang hadir mengaku mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan ilmu agama, kami juga bisa bertemu dengan ulama-ulama yang kami idolakan,” ujar Muhammad Satia salah seorang jamaah di Kota Ranai.
Bupati Wan Siswandi berharap kegiatan tabligh akbar ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengikuti ajaran agama Islam.

Kehadiran Ustadz Abdul Somad di Kecamatan Midai penghujung tahun 2023 lalu, disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari warga. Masyarakat dari berbagai kalangan usia berkumpul untuk menyambut sosok ulama kondang tersebut.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah penampilan tim marawis dari MTsN 3 Natuna. Dengan lantunan syair-syair Islami yang merdu, penampilan mereka berhasil menghangatkan suasana dan menambah semarak kedatangan UAS. dalam acara tabligh akbar untuk memperingati HUT Kabupaten Natuna yang ke-24.
Tidak hanya itu, sepanjang jalan menuju lokasi acara, spanduk-spanduk dengan berbagai ukuran terpampang menyambut kedatangan UAS. Tulisan-tulisan ucapan selamat datang dan ungkapan rasa syukur menghiasi spanduk-spanduk tersebut, menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat akan kehadiran UAS.
“Kami sangat senang bisa menyambut langsung Ustadz Abdul Somad di kampung halaman kami. Beliau adalah sosok yang sangat kami kagumi dan kami berharap bisa mendapatkan banyak ilmu dari beliau,” ujar Suryani warga setempat.

Bupati Wan siswandi juga mengajak ulama karismatik Buya Arrazy Hasyim di Kabupaten Natuna. Tabligh akbar yang digelar di Mesjid Al-Jami’ Ranai pada Selasa, 10 Oktober 2023 buya berhasil menyatukan ribuan umat Islam dari berbagai penjuru daerah di bunguran besar untuk duduk bersama jalin ukwah islamiah.
Beliau juga pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah Hasyimiyah. Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Dalam tausyiahnya, di Natuna Buya Arrazy Hasyim menyampaikan pesan-pesan yang sangat menyentuh hati para jamaah, terutama mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga akidah dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya di kota Ranai, warga di Kecamatan Serasan, Bupati Wan Siswandi, bersama Wakil Bupati Rodhial Huda, secara konsisten menggelar kegiatan serupa.
Baru baru ini Kehadiran Ustadz Das’ad Latif sebagai penceramah tamu semakin menambah semarak acara. Ribuan masyarakat tumpah ruah untuk mendengarkan tausyiah dari ulama kondang tersebut.
Lebih dari sekadar acara keagamaan, tabligh akbar yang digelar di Kecamatan Serasan berhasil menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Ribuan jamaah hadir dengan penuh khusyuk mendengarkan tausyiah Ustadz Das’ad Latif.
Acara ini tidak hanya memberikan pencerahan agama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar sesama umat. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa di sepanjang acara.

Senada disampaikan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna, Wan Suhardi, menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat. Menurutnya, ulama memiliki kearifan dan ketakwaan yang dapat menjadi contoh bagi seluruh umat.
“Ulama adalah sosok yang sangat dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Kearifan yang mereka miliki sangat berharga dan dapat menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalani hidup,” ujar Wan Suhardi.
Wan Suhardi juga menyoroti peran pemimpin dalam masyarakat. Ia mengatakan bahwa pemimpin tidak hanya dituntut untuk memberikan contoh yang baik, tetapi juga harus mampu memberikan harapan dan semangat kepada rakyatnya. “Keadilan adalah kunci utama dalam kepemimpinan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wan Suhardi menjelaskan bahwa dalam konteks keberagaman di Indonesia, peran ulama sangat krusial dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. “Ulama dapat menjadi jembatan penghubung antar umat dan mengajarkan nilai-nilai toleransi,” imbuhnya.

Gurindam 12 menjadi salah satu mahakarya sastrawan Raja Ali Haji, yang masih dipelajari hingga saat ini. Menggunakan bahasa Melayu yang santun, bait-bait puisi Gurindam 12 ini sangat kental akan edukasi tentang kebaikan dalam hidup. Seperti Gurindam 12 Pasal 11, yang mengajarkan untuk selalu berjasa pada bangsa.
Ini Gurindam Pasal 11 :
Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
Jangan memalui.
Hendak ramai,
Murahkan perangai
Maknanya :
Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Artinya : Imbauan kepada manusia untuk selalu bisa bermanfaat kepada sesama, sebab dalam Islam memang sangat dianjurkan sekali untuk saling memberikan manfaat.
Hendak jadi kepala.
Buang perangai yang cela.
Artinya : Jadilah pemimpin yang tidak mempunyai sikap tercela Hendaklah memegang amanat Buanglah khianat Semoga bermanfaat, :
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat
Artinya : Dapat direnungkan sebagai upaya agar menjadi orang yang terpercaya.
Hendak marah
dahulukan hujjah
Artinya : Sebuah nasehat, marah itu adalah sesuatu yang tidak baik dan dianjurkan untuk melaksanakan hajat misalnya silaturrahim, bertadabur alam, rihlah ataupun yang sejenisnya.
Hendak dimulai
Jangan melalui maksud
Artinya : segala sesuatu perlu awal untuk dimulai tanpa ada maksud tertentu
Hendak ramai,
Muliakan perangai
Artinya : Bait ini sangat berkaitan dengan akhlak yang baik. Artinya jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu ataupun silaturrahimnya semakin dipermudah oleh Allah, maka salah satu jalannya adalah dengan memperbaiki perangai (tingkah laku/akhlak).
Hendak ramai,
Murahkan perangai.
Artinya : berisi nasihat kepada para pemimpin agar menghindari tindakan yang tercela, berusaha melaksanakan amanat anak buah dalam tugasnya, serta tidak berkhianat.
(Riky)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O
























