Home Nasional Bocah Viral Joni Gagal Masuk TNI AD: Masalah Tinggi Badan Jadi Kendala

Bocah Viral Joni Gagal Masuk TNI AD: Masalah Tinggi Badan Jadi Kendala

Bocah Viral Joni Gagal Masuk TNI AD: Masalah Tinggi Badan Jadi Kendala
Kadispenad TNI AD menyebut Joni tidak lolos tes karena tinggi badan kurang dari 160 cm (ilustrasi)

WhasApp

BATAM – Kisah Yohanes Game Marchal Lau, atau dikenal sebagai Joni, yang viral karena aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat HUT ke-73 RI pada 2018, kembali menarik perhatian publik.

Setelah mendapat pujian dan perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi), Joni kini membuat kaget masyarakat dengan pengakuan bahwa ia gagal lolos seleksi sebagai Bintara TNI Angkatan Darat (AD) tahun 2024.

Joni, yang saat itu berusia 13 tahun, berhasil memanjat tiang bendera untuk membetulkan bendera agar dapat berkibar dengan baik. Aksinya yang menonjol membuatnya mendapatkan pujian dari Presiden Jokowi dan diundang ke Istana. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menjanjikan kesempatan bagi Joni untuk mendaftar sebagai calon tentara.

Namun, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Kristomei Sianturi mengonfirmasi bahwa Joni gagal lolos seleksi karena tinggi badannya tidak memenuhi syarat.

Menurut Brigjen Kristomei, tinggi badan Joni saat ini baru 155 cm, sedangkan standar minimum untuk daerah tertinggal adalah 160 cm, dan untuk daerah lain adalah 165 cm.

“Joni tidak memenuhi syarat dari aspek tinggi badan yang ditetapkan. Untuk daerah tertinggal, syarat tinggi badan pria adalah 160 cm. Sayangnya, Joni masih di bawah standar tersebut,” ujar Kristomei di Jakarta pada Selasa (6/8/2024).

Meskipun Joni mendapatkan penghargaan dan pujian dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy atas aksinya, Kristomei menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak mempengaruhi hasil seleksi. Piagam penghargaan yang diterima Joni tidak menyertakan kewajiban untuk diterima masuk TNI AD.

“Piagam penghargaan tidak menjamin penerimaan di TNI AD. Semua calon harus memenuhi syarat yang ditetapkan dalam seleksi,” jelas Kristomei.

Kendati demikian, Brigjen Kristomei mendorong Joni untuk terus mempersiapkan diri dan mengikuti seleksi pada tahun depan.

“Kami tetap menghargai prestasi Joni dan berharap dia bisa lebih mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya,” pungkas Kristomei. (*)

Sumber: republika

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026