BATAM – Berdasarkan data dari website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Prakiraan Cuaca Kepri Jumat 29 November 2024 – 5 Desember 2024. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Indonesia. Khusus untuk wilayah Kepri, melihat pantauan satelit terlihat titik angin tekanan rendah terjadi di perairan Batam dan sekitarnya. Ini menyebab kan awan tebal berkumpul di perairan Kepri. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem diwilayah persisir.
Berikut adalah prakiraan cuaca untuk beberapa kota di Kepri:
1. Kabupaten Anambas:
Cuaca Awan Tebal dan Potensi Hujan Petir, Suhu 28°C, Kelembapan Udara: 87%, Kec. Angin: 3km/jam, Arah Angin dari: Barat Laut.
2. Kabupaten Bintan:
Cuaca Hujan Ringan dan Berawan Tebal Sore, Suhu 30°C, Kelembapan Udara: 80 %, Kec. Angin: 3 km/jam, Arah Angin dari: Barat Daya
3. Kabupaten Tanjungbalai Karimun:
Cuaca Berawan Tebal dan Hujan Ringan, Suhu 26°C, Kelembapan Udara: 89 %, Kec. Angin: 1-4 km/jam, Arah Angin dari: Timur Laut.
4. Kabupaten Daik Lingga:
Cuaca Berawan Tebal dan Hujan Sedang, Suhu 29°C, Kelembapan Udara: 78%, Kec. Angin: 5 km/jam, Arah Angin dari: Barat Daya.
5. Kabupaten Natuna:
Cuaca Berawan Tebal dan Hujan Ringan, Suhu 32°C Kelembapan Udara: 71%. Kec. Angin: 2 km/jam Arah Angin dari: Barat.
6. Kota Batam:
Cuaca Hujan Ringan dan potensi Hujan Petir, Suhu 31°C, Kelembapan Udara: 78%, Kec. Angin: 9 km/jam, Arah Angin dari: Tenggara dan Utara.
7. Kota Tanjung Pinang:
Cuaca Berawal Tebal dan Hujan Petir, Suhu 30°C, Kelembapan Udara: 84 %, Kec. Angin: 7 km/jam, Arah Angin dari: Barat Daya.
Prospek Cuaca Mingguan Periode 29 November – 05 Desember 2024: Tetap Waspada dalam Sepekan Kedepan, Potensi Hujan Lebat Masih Akan Melanda Sebagian Wilayah Indonesia
Sejumlah fenomena atmosfer diprediksi memengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan, termasuk keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Selat Malaka, perairan selatan NTT, dan perairan Halmahera, serta adanya fenomena Dipole Mode Negatif yang meningkatkan penguapan dan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di wilayah barat dan tengah Indonesia, ditambah dengan gelombang Rossby dan Kelvin, turut memicu terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di berbagai daerah.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang minggu ini.
DINAMIKA ATMOSFER SEPEKAN KE DEPAN
BMKG memantau sejumlah fenomena atmosfer yang diperkirakan mempengaruhi pola cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan. Fenomena ini berkontribusi pada peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah. Berikut adalah dinamika atmosfer yang perlu diperhatikan:
Dipole Mode Negatif: berlangsung konsisten, fenomena ini meningkatkan pasokan uap air yang memperkuat curah hujan di wilayah barat dan tengah Indonesia.
Madden-Julian Oscillation (MJO): berada di fase 4 yang aktif di wilayah barat Indonesia, mendukung pembentukan awan hujan di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi Bagian Utara dan Maluku Utara.
Gelombang Rossby dan Kelvin: Memperkuat peluang pembentukan awan hujan signifikan di wilayah barat dan timur Indonesia, seperti Sumatera,Kalimantan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Kombinasi dari fenomena-fenomena ini diperkirakan akan meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, meliputi wilayah dari barat hingga timur Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi risiko hidrometeorologi dan terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG.
PROSPEK CUACA DAN PERINGATAN DINI
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, akan terjadi selama periode 29 November – 05 Desember 2024 di wilayah berikut:
Hujan Sedang – Lebat
Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri , Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.
Jawa dan Bali: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali.
Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.
Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
Maluku dan Papua: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Hujan Lebat – Sangat Lebat
Kalimantan Barat
Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur selama periode yang sama. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah rawan.
IMBAUAN
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
– Mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan.
– Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir.
– Menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat.
– Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.
– Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru. (*)
Sumber : BMKG
Editor : Dedy Suwadha