Home Berita Utama Awek Fishing and Resto, Harmoni Tambang dan Wisata Khas Bangka Selatan 

Awek Fishing and Resto, Harmoni Tambang dan Wisata Khas Bangka Selatan 

Awek Fishing and Resto, yang terletak di Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi salah satu destinasi wisata dan spot pemancingan bagi para pengunjung. Tempat rekreasi yang menarik dengan keindahan alam.(Foto: Istimewa)
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, BANGKA SELATAN – Sektor pertambangan selama ini identik dengan eksploitasi sumber daya alamnya.

Namun, di Bangka Selatan, Sudariyanto atau yang kerap disapa Awek berhasil membuktikan bahwa aktivitas pertambangan mampu berdampingan dan berkontribusi terhadap sektor lain, seperti pariwisata dan perikanan.

Awek berhasil mengembangkan Awek Fishing and Resto yang terletak di Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, sebagai destinasi wisata alami di tengah kebun sawit sekaligus aktivitas penambangan yang masih beroperasi.

WhasApp

Lahan bekas galian tambang dan kebun sawit yang sebelumnya tidak produktif, kini disulap menjadi destinasi wisata baru dengan konsep restoran alam dan kolam pemancingan.

Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan menyebut, di kawasan wisata ini, para pengunjung tidak hanya bersantai dan menikamati makanan khas Bangka Selatan saja, tetapi juga bisa memancing, melihat ribuan ikan-ikan berbagai jenis dan juga merasakan suasana alami seperti di perkebunan.

Bahkan bersantai bersama keluarga atau mengabadikan momen di spot-spot foto alami yang sebelumnya merupakan areal tambang terbuka dan perkebunan sawit.

“Tempat wisata ini menjadi bukti nyata bahwa lahan pasca tambang tidak harus berakhir sebagai lahan tidur,” ujar Anggi, Minggu, 18 Juni 2025.

Justru menurut Anggi, melalui sentuhan kreativitas dan komitmen keberlanjutan, kawasan ini dijelma menjadi ruang rekreasi yang menyatu dengan alam sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Tak jauh dari kawasan tersebut, kata Anggi para pengunjung juga dapat melihat langsung aktivitas penambangan timah yang sedang beroperasi, dua sektor ini tumbuh 
berdampingan.

“Untuk mendukung pengembangan Awek Fishing and Resto, PT Timah memberikan bantuan untuk menambah berbagai fasilitas, sehingga destinasi wisata ini bisa semakin berkembang dan menampung lebih banyak wisatawan,” katanya.

Sementara itu, Sudariyanto mengungkapkan, kawasan wisata yang dibangunnya ini merupakan lahan bekas tambang yang kemudian disulapnya menjadi kolam pemancingan.

“Setelah itu, baru saya bersama istri membuka restoran yang menyediakan berbagai menu seperti lempah kuning, sambal terasi, ikan bakar dan berbagai menu seafood dan lainnya,” ucap Sudariyanto.

“Dulunya kawasan ini hanya spot pemancingan dan kolam ikan, merupakan lahan bekas tambang yang memang galiannya tidak terlalu dalam,” tambah Sudariyanto.

Selanjutnya ia berpikir untuk membuat konsep menjadi tempat yang teduh, lalu menanam pohon sawit bebarapa tahun lalu.

“Hasilnya seperti sekarang ini, karena memang awalnya hanya ingin membuat tempat pemancingan saja, hingga berkembang sampai sekarang ini,” pungkasnya.

Lahan seluas 1 hektar tersebut, masih kata Sudariyanto, dia telah memiliki beberapa kolam ikan dengan berbagai jenis, diantaranya ikan nila, lele dan berbagai ikan lainnya.

“Jadi selain memancing, kami juga menawarkan menu makanan ala kampung, kami olah makanan khas daerah tanpa penyedap rasa karena menggunakan bahan-bahan segar,” beber Sudariyanto.

Sehingga kata Sudariyanto para pengunjung juga bisa request (memesan) hasil pancingan mereka untuk diolah (dimasak) di tempat.

Ia mengakui, selama ini mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya, salah satunya karena keterbatasan modal, sedangkan permintaan pasar cukup banyak.

Ia bersyukur dengan adanya bantuan dari PT Timah, nantinya dapat membangun lebih banyak gazebo dan jumlah pengunjung yang datang juga bisa lebih banyak lagi.

“Bantuan dari PT Timah akan digunakan untuk membuat gazebo, jadi nantinya kalau ada yang datang rombongan bisa kita fasilitasi, selama ini kan kita terkendala di tempat,” paparnya.

Sudariyanto berujar, saung-saungnya saat ini belum banyak sehingga para pengunjung yang ingin datang harus reservasi terlebih dahulu satu hari sebelum.

“Kalau banyak yang datang kan juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar,” katanya.

Ia mengenang, mulai merintis usaha ini sebagai salah satu alternatif pasca tambang, sehingga lahan tidur bisa dioptimalkan dan memberikan dampak positif sektor ekonomi.

“Pada bagian depan itu terdapat tambang dan saya membuka resto ini juga dari hasil tambang tersebut, waktu resto ini buka di tahun 2022 lalu, masih ada tambang,” kenangnya.

Selanjutnya, tambang yang ia investasikan untuk membuka usaha ini. Kalau penambangannya dilakukan dengan benar dan sesuai tempat, dapat berdampingan dengan sektor lainnya. Asal dikelola dengan baik, maka hasilnya pun akan maksimal.

“Aktivitas penambangan yang dilakukan di dekat resto dan pemancingannya merupakan IUP PT Timah. Sehingga proses penambangan diawasi oleh perusahaan dan bisa meminimalkan dampak kerusakan lingkungan,” ucap Sudariyanto.

Kalau yang menambang PT Timah itu kata Sudariyanto sesuai ketentuan, karena pasti mengawasi. Tapi yang repot ini kan yang ilegal, nambang di hulu yang bukan kawasan tambang sehingga mengganggu sektor lainnya.

“Saya berharap agar PT Timah dapat terus membina penambang-penambang kecil, sehingga nantinya bisa melaksanakan penambangan yang baik dan pasca tambangnya bisa digunakan untuk berbagai sektor lainnya seperti perikanan dan pariwisata,” katanya.

Sudariyanto berharap agar PT Timah kedepannya dapat terus membantu dan mengembangkan usaha (UMKM).

“Dapat membina penambang kecil lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, karena CSR membantu dalam berbagai bidang dan bisa saling mendukung,” sebut Sudariyanto.

Bagi masyarakat yang penasaran untuk mengunjungi destinasi wisata Awek Fishing and Resto, silahkan datang langsung ke Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan atau dapat reservasi melalui media sosial Awek Fishing.(Aman)

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O