JEPANG – Gempa bumi besar mengguncang pantai utara Jepang pada hari Senin (8/12) dengan badan meteorologi negara itu mencatat dua gelombang tsunami setinggi 40 cm dan media lokal melaporkan adanya korban luka.
Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa berkekuatan 7,6 terjadi pada pukul 14.15 GMT di lepas pantai Misawa di pantai Pasifik Jepang, pada kedalaman 53 km.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami, dengan gelombang pertama menghantam pelabuhan di wilayah utara Aomori, tempat Misawa berada, pada pukul 23.43.
“Pada pukul 11.50 malam, gelombang lain mencapai kota Urakawa di wilayah Hokkaido,” kata badan tersebut.
Kedua gelombang tersebut berukuran 40 cm, tambah badan itu.
Lembaga penyiaran publik NHK mengutip seorang karyawan hotel di Kota Hachinohe di Aomori yang mengatakan ada beberapa orang yang terluka, dengan rekaman langsung menunjukkan pecahan kaca berserakan di sepanjang jalan.
East Japan Railway menghentikan beberapa layanan di Aomori, yang juga dilanda gempa besar berkekuatan 9,0 skala Richter pada Maret 2011.
Tidak ada penyimpangan yang dilaporkan di pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah yang dikelola oleh Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power, menurut pihak utilitas. Namun, Tohoku Electric menyatakan bahwa ribuan orang tidak mendapatkan pasokan listrik.
Gempa juga terasa di pusat utara Sapporo, di mana alarm berbunyi di telepon pintar untuk memperingatkan penduduk. Seorang reporter NHK di Hokkaido menggambarkan guncangan horizontal sekitar 30 detik yang membuatnya tidak dapat berdiri saat gempa terjadi.
Badan meteorologi sebelumnya memperingatkan tsunami setinggi 3 meter diperkirakan akan melanda pantai Pasifik Jepang.
Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik dan merupakan salah satu negara dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia. (*)
Editor : Dedy Suwadha



























