Home Batam AJI Batam Bekali Jurnalis Perspektif Perlindungan Perempuan dan Anak

AJI Batam Bekali Jurnalis Perspektif Perlindungan Perempuan dan Anak

Menjawab tantangan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam menggelar workshop jurnalistik khusus bertajuk "Perspektif Korban Perempuan dan Anak" pada Jum’at (19/12/2025).(Foto: Istimewa)
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batam mengalami lonjakan tajam.

Data mencatat kenaikan drastis dari 106 kasus pada 2024 menjadi 448 kasus pada 2025.

Di tengah situasi darurat ini, peran media menjadi krusial. Apakah berita yang disajikan memulihkan korban, atau justru menambah luka.

WhasApp

Menjawab tantangan tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam menggelar workshop jurnalistik khusus bertajuk “Perspektif Korban Perempuan dan Anak” pada Jum’at (19/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 19 jurnalis dari Batam, Karimun dan Anambas.

Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kolaborasi apik dengan LPM Paradigma Polibatam.

Bertempat di Politeknik Negeri Batam, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) AJI Batam 2025.

Seringkali, demi mengejar kecepatan atau sensasi, media tanpa sengaja melakukan “viktimisasi kedua”.

Pemateri dari Rumah Faye (Jaringan Safe Migrant), Kiki, mengungkapkan fakta miris di lapangan.

“Pernah ada kasus anak yang sudah di rumah aman tetap diliput tanpa sensor wajah, bahkan lokasi rumah amannya diberitakan,” ujar Kiki.

“Akibatnya, anak tersebut trauma karena viral,” tambah Kiki.

Workshop ini kata Kiki menekankan bahwa jurnalis harus berhenti menyalahkan korban, misalnya melalui narasi pakaian atau latar belakang dan mulai fokus pada edukasi publik.

“Kita juga bisa membantu melindungi korban dengan tidak membagikan (share) berita yang menampilkan wajah atau identitas anak korban kekerasan,” paparnya.

Kiki menambahkan, abaikan berita yang bersifat victim-blaming, menyalahkan gaya hidup atau pakaian korban.

“Dukung media yang fokus pada pemulihan korban dan penegakan hukum bagi pelaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua AJI Batam, Yogi Sahputra, menegaskan bahwa kompetensi jurnalis tidak hanya diukur dari kemahiran menulis, tetapi juga tanggung jawab moral.

“Kompetensi jurnalis tidak hanya diukur dari kemahiran menulis, tetapi juga tanggung jawab moral dan integritas,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sunu Dyantoro dari AJI Indonesia mengingatkan bahwa jurnalis bukanlah robot.

“Empati di atas rating, jangan sampai pemberitaan memicu persekusi masyarakat terhadap korban,” ungkap Sunu.

Isu sensitif menurutnya kudu memerlukan ketelitian berlapis, bukan sekadar kutipan asal-asalan.

“Hingga menjaga kerahasiaan identitas anak dan korban kekerasan seksual merupakan harga mati sesuai Kode Etik Jurnalistik,” terang Sunu.

Sementara itu, Pembina LPM Paradigma, Eka Mutia Lubis mengapresiasi sekaligus memberikan dukungan kepada AJI Batam.

“Berharap agar kerja sama ini terus berlanjut. Ini membuktikan bahwa pers mahasiswa dan jurnalis profesional bisa bersinergi untuk isu kemanusiaan,” katanya.(Maulana)

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O