Home Minangkabau Alarm Keras Bupati Yulianto Imbau Warga Jangan Lengah Hadapi Bencana Satu Detik...

Alarm Keras Bupati Yulianto Imbau Warga Jangan Lengah Hadapi Bencana Satu Detik pun

Foto: Himbauan Bupati Pasaman Barat terhadap bencana daerah
Foto: Himbauan Bupati Pasaman Barat terhadap bencana daerah
Grand Mercure Batam

Pasaman–Bupati Pasaman Barat Yulianto Perintahkan Camat hingga KSB Petakan Zona Bahaya HidrometeorologiLeadDalam surat bernomor 300.2.3/80/BPBD/XII/2025, dalam himbauan tersebut,Bupati Yulianto memerintahkan camat, wali nagari, dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) bergerak cepat mengidentifikasi seluruh wilayah berisiko bencana.

Imbauan itu menjadi alarm keras agar masyarakat tidak lengah satu detik pun menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sepanjang libur Nataru,”ungkap Bupati Yulianto Rabu 24 Desember 2025 dikantornya.

Bupati menegaskan, setiap nagari wajib memetakan titik-titik rawan banjir, longsor, hingga pohon tumbang sebagai dasar pengambilan keputusan cepat saat cuaca ekstrem melanda. Pemahaman detail mengenai peta kerawanan ini disebut menjadi “senjata utama” agar peringatan dini tidak sekadar formalitas di atas kertas.

Dalam imbauannya, bupati juga menyorot pentingnya monitoring cuaca secara berkala dan disiplin mengikuti peringatan dini dari lembaga resmi. Camat, wali nagari, dan KSB diminta aktif berkoordinasi dengan instansi teknis seperti BPBD dan BMKG, sehingga setiap informasi ancaman bisa segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.

“Pemerintah daerah mendorong langkah mitigasi struktural dan non-struktural yang bisa langsung dirasakan warga. Saluran air harus kembali bersih, sungai dinaturalisasi, vegetasi berakar kuat ditanam di lereng-lereng curam, hingga pembangunan dinding penahan tebing di titik paling kritis. “Jangan tunggu viral banjir dulu, baru bersih-bersih,” demikian bunyi pesan yang menggaung dalam imbauan tersebut,”tegas Bupati.

Tidak hanya infrastruktur, seluruh perangkat peringatan kedaruratan juga diperintahkan untuk dicek total, mulai dari sirene, alat komunikasi, hingga kesiapan personel di lapangan. Petugas yang memahami betul pola aliran air, jalur longsor, dan titik evakuasi di wilayahnya diminta selalu siaga, terutama saat prakiraan cuaca menunjukkan peningkatan risiko.

“Arahan tajam per wilayahSurat bupati memuat instruksi teknis yang rinci untuk tiap karakteristik wilayah agar pesan kesiapsiagaan tidak mengambang. Di kawasan pegunungan, warga diingatkan ekstra waspada terhadap longsor dan pohon tumbang, membatasi aktivitas luar ruang saat hujan lebat berkepanjangan, serta menyiapkan jalur evakuasi mandiri jauh dari tebing rawan runtuh,”jelasnya.

Di wilayah pesisir, ancaman gelombang tinggi, angin kencang, dan banjir rob menjadi fokus. Masyarakat diminta tidak memaksakan aktivitas di sekitar pantai saat peringatan tinggi gelombang dirilis dan segera mengevakuasi diri jika air laut mulai menggenangi pemukiman. Foto dan video banjir rob yang selama ini kerap viral di media sosial dijadikan pelajaran agar warga lebih cepat bergerak, bukan sekadar mendokumentasikan.

Sementara itu, kawasan perkotaan dan dataran rendah diingatkan terhadap risiko banjir dan genangan akibat curah hujan tinggi. Warga diminta rutin membersihkan drainase, tidak membuang sampah ke sungai, dan menyiapkan lokasi evakuasi sementara yang aman bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

“Seruan akhir bupatiMelalui imbauan ini, Bupati Pasaman Barat mengajak seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadikan kesiapsiagaan sebagai “gerakan bersama” selama libur Nataru. Setiap orang didorong aktif memperbarui informasi cuaca resmi, mengikuti instruksi petugas di lapangan, dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda kedaruratan agar penanganan dapat dilakukan cepat dan terkoordinasi,”ujar Bupati.

Dengan narasi kuat ini, pemerintah berharap pesan kewaspadaan tidak hanya tersimpan di arsip kantor, tetapi menyebar luas dan viral di grup WhatsApp, media sosial, hingga obrolan warung kopi, sehingga satu kabupaten benar-benar siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,”pungkasnya.

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 PANBIL MALL