
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kebijakan rencana kenaikan Sea Port Tax (pajak pelabuhan laut) dan boarding pass khusus Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Karimun menuai gelombang penolakan keras.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Karimun, Agustyawarman, secara tegas menyatakan sikap menolak kebijakan yang rencananya akan diberlakukan bulan depan tersebut.
Menurutnya, kenaikan tarif dari Rp75 ribu menjadi Rp125 ribu justru berpotensi menjadi bumerang bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata, perhotelan dan restoran.
“Kami paham tujuannya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Tapi jangan tutup mata terhadap dampaknya. Kalau wisatawan berkurang, hotel dan restoran bisa sepi,” tegas Agus, Senin (16/2/2026).
Agus membandingkan tarif Sea Port Tax di daerah tetangga seperti Batam dan Bintan yang hingga kini masih di angka Rp100 ribu.
Jika Karimun mematok tarif lebih tinggi, ia menilai hal tersebut justru membuat wisatawan memilih pelabuhan lain yang lebih kompetitif.
“Wisatawan pasti berhitung. Kalau lebih mahal di Karimun, mereka bisa beralih ke Batam atau Bintan. Ini soal daya saing,” ujarnya.
Tak hanya pelaku hotel dan restoran, Agus menyebut, dampaknya juga diprediksi merembet ke sektor UMKM hingga sopir taksi pelabuhan yang selama ini menggantungkan penghasilan dari arus wisatawan.
Tak berhenti di situ, PHRI Karimun juga menilai, kebijakan boarding pass khusus WNA berpotensi menimbulkan persepsi diskriminatif jika tidak disertai kajian dan dasar kebijakan yang transparan serta profesional.
“Kebijakan seperti ini harus dikaji komprehensif. Jangan sampai menimbulkan kesan tidak adil dan justru mencoreng citra daerah,” katanya.
PHRI Karimun mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karimun untuk meminta agar rencana kenaikan tersebut ditinjau ulang sebelum diberlakukan.
“Kami mendesak agar pemerintah daerah melakukan kajian mendalam terhadap dampak ekonomi yang mungkin timbul, terutama di tengah upaya pemulihan sektor pariwisata,” ungkapnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























