
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kondisi sejumlah pelabuhan di pulau-pulau luar Kabupaten Karimun menuai sorotan tajam.
Fasilitas yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi laut masyarakat justru terlihat kurang terawat, bahkan mengalami kerusakan cukup parah.
Di Pelabuhan Selat Belia dan Tanjung Makom misalnya, ponton dilaporkan tenggelam dan belum juga diperbaiki.
Sementara di Pelabuhan Tanjung Batu, kondisi ponton untuk naik turun penumpang disebut-sebut sudah rusak berat, mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.
Sorotan ini membuat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa, pelabuhan-pelabuhan tersebut sejatinya telah dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun sejak 2022 lalu.
“Kami meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun agar dapat mengoptimalkan apa-apa yang sudah dihibahkan oleh provinsi,” tegas Junaidi, Senin (16/2/2026).
“Kalau ada kerusakan sedikit, segera diperbaiki, jangan dibiarkan. Karena makin lama, kerusakan akan semakin parah,” tambah Junaidi.
Menurutnya, pembiaran menjadi persoalan utama. Ia mencontohkan kondisi di Pelabuhan Tanjung Batu yang awalnya hanya dilaporkan mengalami kebocoran ringan.
Namun lambat laun karena tidak segera ditangani, kerusakan merembet hingga ke tiang-tiang penyangga yang kini disebut sudah rusak parah.
“Beberapa waktu lalu saya sudah turun langsung ke lokasi. Awalnya dilaporkan hanya bocor, ternyata tiang-tiangnya juga sudah rusak berat,” ujarnya.
Tak hanya ponton, kata Junaidi, ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Tanjung Batu juga disorot. Fasilitas tersebut telah dihibahkan sepenuhnya kepada Pemkab Karimun, namun dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kenyamanan masyarakat.
“Ruang tunggu itu sudah kami hibahkan semuanya. Harusnya dipergunakan sebaik mungkin, dibuat senyaman mungkin agar penumpang menunggu di dalam, bukan berdiri di pagar-pagar,” sindirnya.
Kondisi ini menjadi semakin krusial mengingat momen perayaan Imlek saat ini dan arus mudik Idul Fitri yang semakin dekat.
Pelabuhan sebagai pintu utama mobilitas masyarakat pulau berpotensi menjadi titik rawan jika kerusakan tak segera ditangani.
“Sebentar lagi musim mudik lebaran Idul Fitri. Semoga Pemkab Karimun bergerak cepat merevitalisasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Masyarakat pulau tentunya berharap polemik tak berlarut, dan perbaikan segera dilakukan sebelum keselamatan penumpang benar-benar dipertaruhkan.
“Polemik tak berlarut dan segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa,” tutupnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























