
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kabupaten Karimun benar-benar dalam kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam satu bulan saja, tercatat puluhan kasus terjadi. Ironisnya, di bulan Februari ini kebakaran justru makin brutal dan nyaris tak terkendali.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD dan Damkar Karimun, Hendra Hidayat, mengungkapkan fakta mengejutkan. Sepanjang Januari 2026, terjadi 67 kali kebakaran lahan. Memasuki Februari, situasi semakin mengkhawatirkan.
“Saat ini kebakaran bisa terjadi 5 sampai 7 kali dalam sehari. Petugas sampai kewalahan karena sering terjadi di waktu yang bersamaan,” ungkap Hendra, Selasa (17/2/2026).
Api kata Hendra dilaporkan paling sering muncul di Kecamatan Tebing dan Kecamatan Meral Barat. Yang membuat heran, di satu lokasi kebakaran bisa terjadi dua kali bahkan lebih dalam waktu berdekatan.
“Kalau karena cuaca panas mungkin masih masuk akal. Tapi di lokasi yang sama bisa terbakar berulang kali. Ini yang jadi tanda tanya besar,” ujarnya kesal.
Lebih mencurigakan lagi, sejumlah titik kebakaran berada jauh dari akses jalan. Artinya, kecil kemungkinan disebabkan puntung rokok atau faktor alam semata.
“Menurut saya ini perlu diselidiki pihak kepolisian. Ada lahan yang jauh dari jalan ikut terbakar. Kecil kemungkinan karena puntung rokok atau cuaca saja,” ujarnya.
Ia merinci, pada Senin, 16 Februari 2026 saja, tim Damkar harus berjibaku memadamkan api di 6 titik berbeda dalam satu hari.
Lokasi tersebut meliputi Bati, lahan Komplek Timah, jalan poros simpang GOR, samping Perumahan Ifolia Kapling, simpang Mutiara Parit Benut dan Sentani Jalan Poros.
“Petugas bekerja ekstra keras di tengah cuaca panas dan kondisi angin yang berubah-ubah. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya lahan yang terancam, tetapi juga kesehatan dan keselamatan warga,” pungkasnya.
Aparat penegak hukum diminta untuk segera mengusut dugaan adanya unsur kesengajaan di balik maraknya kebakaran ini.
“Jika benar ada oknum yang bermain, maka tindakan tegas harus segera diambil sebelum Karimun benar-benar dilanda bencana besar,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























