Home Berita Utama Netizen Korea KNetz Sebut Wanita Indonesia Moyet, Berlanjut Gerakan Boikot Korea

Netizen Korea KNetz Sebut Wanita Indonesia Moyet, Berlanjut Gerakan Boikot Korea

Cyberwar KNetz vs SEAblings
Son Ye Jin and Hyun Bin on set for “Crash Landing on You.” | tvN
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id – Cyberwar KNetz vs SEAblings kian panas. Kali ini warganet SEAblings khususnya Indonesia menyerukan boikot terhadap drama Korea (drakor), termasuk musik Kpop.

Untuk dijelaskan KNETZ adalah akun netizen media sosial dari Korea, dan SEABlings adalah netizen seluruh asia tenggara.

KNETZ Rasis dan menilai Wanita Wanita Asia Tenggara terkhusus Indonesia disamakan dengan Monyet dan terbelakang. Dibalas netizen Asia Tenggara dengan Wanita Korea adalah Plastik.

WhasApp

Masalah ini sudah sampai ke Pemerintah Korea Selatan dan sudah ada youtube menyebut kasus di perang di Media sosial telah menggangu ke sektor pariwisata Korea.

Keramaian ini diberitakan Soompi, media entertain Korea Selatan.

Seruan boikot ini diawali dari akun @robby_almuhani yang mengunggah gambar sejumlah poster drakor, ditimpa tulisan “Boycott Korean dramas!!!”.

Unggahan ini mencapai hamper 3 juta views karena begitu viral, hingga direspons banyak warganet termasuk Knetz.

Boycott From Indonesian

Postingan x.com ini juga dipublikasi oleh media koreaboo.com dengan judul: K-Dramas Hit With Scathing Boycott From Indonesian Fans Amid Controversy. Diartikan ke Bahasa Indonesia, berita dimuat berjudul Drama Korea Terkena Boikot Pedas dari Penggemar Indonesia di Tengah Kontroversi

Penggemar di Asia Tenggara, khususnya dari Indonesia, menyerukan boikot terhadap drama Korea dan produk budaya Korea lainnya menyusul bentrokan yang sedang berlangsung dengan netizen Korea Selatan.

Pertikaian daring dimulai setelah konser K-Pop di Asia Tenggara. Beberapa penggemar Korea membawa kamera profesional berukuran besar ke tempat acara, meskipun peraturan tidak mengizinkannya. Penggemar lokal merasa ini tidak sopan dan menyampaikan keluhan mereka secara daring.

Masalah ini dengan cepat menyebar di media sosial, dengan netizen Korea membela penggemar mereka dan penggemar Asia Tenggara mengkritik mereka. Argumen mencakup perilaku penggemar, perbedaan budaya, dan bahkan serangan pribadi.

Cyberwar KNetz
Cyberwar KNetz

Berawal dari Konser Hingga ke Rasisme

MetroTV memposting Perseteruan antara warganet Asia Tenggara dan Korea Selatan memicu perdebatan besar di media sosial. Netizen dari Indonesia Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya yang dijuluki Seablings terlibat konflik sengit dengan Knetz Korea Selatan setelah insiden konser dan saling sindir yang berkembang menjadi isu identitas budaya dan nasionalisme digital.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar tentang apakah konflik ini dapat memengaruhi citra Korea Selatan di Asia Tenggara yang selama ini menjadi pasar utama Kpop dan Kdrama. Analis komunikasi politik Anang Sujoko menilai konflik digital seperti ini dapat berdampak pada persepsi publik kerja sama budaya hingga potensi boikot produk dan industri hiburan Korea.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kekuatan warganet dapat memengaruhi hubungan budaya dan persepsi global di era digital. #SEAblings

Pertanyaanya, mampukah para pehobi drakor dan Kpop memboikot idolanya?

Sumber : koreaboo.kom / MetroTV/
Editor : Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Imsyakiyah Batam HPN 2026