
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – General Manager (GM) PT Pelindo Cabang Karimun, Joni Hutama, mengusulkan agar Pelabuhan Domestik dan Pelabuhan Internasional Karimun segera diberikan nama resmi sebagai identitas dan ikon daerah.
Menurut Joni, hingga saat ini kedua pelabuhan tersebut belum memiliki nama khusus sejak awal berdiri.
Padahal, penamaan pelabuhan dinilai penting untuk memperkuat identitas, memudahkan promosi serta meningkatkan citra Kabupaten Karimun sebagai daerah maritim yang strategis.
“Penamaan pelabuhan bisa menjadi bagian dari penguatan identitas daerah. Mungkin Bupati Karimun, Iskandarsyah, dapat mulai mempertimbangkan nama yang tepat,” ujar Joni, Rabu (18/2/2026).
Sebagai perbandingan, sejumlah fasilitas transportasi di Karimun telah memiliki nama resmi, seperti Pelabuhan Rakyat Sri Tanjung Gelam serta Bandara Udara Raja Haji Abdullah.
“Penamaan tersebut dinilai mampu menghadirkan nilai historis sekaligus kebanggaan masyarakat,” ungkapnya.
Joni menyarankan agar nama pelabuhan dapat diambil dari tokoh perjuangan yang memiliki pengaruh besar bagi Karimun maupun Kepulauan Riau.
“Selain sebagai bentuk penghormatan, langkah ini juga dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa, pelabuhan bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan wajah daerah yang pertama kali dilihat wisatawan dan pelaku usaha ketika tiba di Karimun.
“Dengan nama resmi, pelabuhan diharapkan memiliki daya tarik lebih kuat dalam promosi pariwisata dan investasi,” katanya.
“Penamaan pelabuhan ini juga bisa menjadi momentum positif di masa kepemimpinan saat ini, sekaligus memperkuat citra Karimun sebagai daerah maritim yang terus berkembang,” tambah Joni.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah bersama DPRD serta tokoh masyarakat.
“Sehingga penamaan pelabuhan benar-benar mencerminkan sejarah, budaya dan semangat masyarakat Bumi Berazam,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























