WARTAKEPRI.co.id – Indonesia berduka atas meninggalnya penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3). Musisi yang dikenal melalui sejumlah lagu pop itu, meninggalkan jejak panjang di industri hiburan Tanah Air sejak memulai kariernya pada akhir 2000-an.
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ia mulai dikenal publik setelah merilis album debut bertajuk “Pelangi di Malam Hari” pada 2008. Album tersebut memperkenalkan karakter vokalnya melalui sejumlah lagu pop yang kemudian membuka jalan bagi perjalanan kariernya di industri musik.
Namanya semakin dikenal luas setelah membawakan ulang lagu “Nuansa Bening” pada 2008, karya musisi Keenan Nasution. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang identik dengan Vidi dan kerap dibawakan dalam berbagai penampilan panggungnya.
Sepanjang kariernya, Vidi merilis sejumlah album dan lagu yang mendapat perhatian luas dari penikmat musik, antara lain album “Yang Kedua” (2011), “Persona” (2016), serta “Senandika” (2018). Dari karya-karya tersebut lahir sejumlah lagu populer seperti “Status Palsu” (2009), “Datang dan Kembali” (2011), hingga lagu berbahasa Inggris “w u at” (2023).
Di luar dunia musik, Vidi Aldiano juga dikenal aktif di berbagai bidang hiburan dan bisnis. Ia beberapa kali terlibat sebagai pembawa acara televisi dan juri dalam program pencarian bakat pada pertengahan 2010-an. Selain itu, ia juga mengembangkan berbagai usaha di bidang kuliner, kreatif dan digital. Beberapa tahun belakangan, dia juga aktif membuat siniar bersama Deddy Corbuzier.
Vidi Aldiano menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 2022. Keduanya dikenal dijuluki oleh warganet sebagai “duta persahabatan”, karena selalu diundang dan hadir di setiap pernikahan dan kegiatan yang digelar oleh para figur publik.
Kanker Ginjal
Pada 2019, Vidi mengungkapkan dirinya didiagnosis kanker ginjal. Ia kemudian menjalani operasi pengangkatan ginjal serta serangkaian pengobatan untuk mengatasi penyakit tersebut.
Sejak saat itu, Vidi kerap membagikan perjalanan pemulihan kesehatannya kepada publik sekaligus mengampanyekan pentingnya deteksi dini kanker. Dalam salah satu unggahannya pada 14 Desember 2025 lalu, di akun Instagramnya @vidialdiano, ia menuliskan pesan terkait penyakitnya tersebut.
Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa Kanker.
Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted. Dan cara aku melihat dunia, bersyukur akan hal2 yang sebelumnya ga pernah disadari, dan bisa melihat sebuah cobaan menjadi sebuah hikmah, banyak sekali kamu merubahku.
Terima kasih Kanker, karena kamu, aku belajar banyak selama 6 tahun terakhir. Arti kesabaran, arti berserah, arti ikhlas, dan arti mencintai orang-orang yang genuine, sepenuhnya.
Ku harap, perjumpaan kita bisa berakhir secepatnya sesuai izin dari yang Maha Kuasa. Namun ku menerima penuh kamu menjadi bagian dari diriku selama 6 tahun belakangan ini.
Sumber : Republika/Antara/X.com
Editor Dedy Suwadha

































