
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Karimun menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Karimun, Jum’at, 27 Maret 2026.
Momen tak biasa terjadi saat Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole memilih duduk bersila di teras Kantor Bupati untuk mendengarkan langsung aspirasi para demonstran.
Aksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut menarik perhatian publik lantaran suasana yang terlihat santai namun penuh makna.
Didampingi Sekda, kepala OPD serta pihak kepolisian, Rocky tampak tenang menyimak satu per satu tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Banyak yang memuji sikap sederhana dan terbuka sang wakil bupati, namun tak sedikit pula yang berharap tuntutan mahasiswa benar-benar direalisasikan, bukan sekadar didengar.
Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa, Raja Pradigjaya mengungkapkan sejumlah isu krusial, mulai dari transparansi beasiswa, dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan hingga minimnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah luar Pulau Karimun.
“Kami ingin transparansi beasiswa dan pengawasan serius terhadap pertambangan yang bisa merusak lingkungan,” tegas Raja.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak agar pemerintah daerah untuk membuka lebih banyak lapangan kerja serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat.
“Kami meminta agar pemerintah daerah untuk membuka banyak lapangan pekerjaan serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat Karimun,” pintanya.
Usai aksi, massa menyerahkan surat tuntutan sebagai bentuk keseriusan agar aspirasi mereka segera ditindaklanjuti.
Menanggapi hal tersebut, Rocky menegaskan bahwa, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan.
Ia bahkan sempat menawarkan ruang diskusi, namun mahasiswa memilih berdialog santai di teras yang akhirnya diikuti oleh dirinya.
“Kami menyambut baik semua aspirasi. Mau duduk di teras, ya kami ikut duduk bersila,” ujar politisi PKB tersebut.
Terkait beasiswa, Rocky memastikan program tersebut sudah berjalan dengan sistem transparan berbasis online, tanpa adanya praktik orang dalam.
“Terkait beasiswa, Pemkab Karimun telah memastikan program tersebut sudah berjalan dengan sistem transparan berbasis online, tanpa adanya praktik orang dalam,” pungkasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























