WARTAKEPRI.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer dan terbentuknya beberapa sirkulasi siklonik yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dalam laporan cuaca terbaru, BMKG menyebutkan bahwa dinamika cuaca pada masa peralihan masih membuat suhu udara terasa panas pada pagi hingga siang hari, terutama akibat berkurangnya tutupan awan di sejumlah wilayah.
Pada periode 18–20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius tercatat di beberapa daerah seperti Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
Kondisi panas tersebut kemudian memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kelembapan udara tinggi.
BMKG juga mencatat hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi di berbagai daerah selama periode tersebut.
Tabel Curah Hujan Tertinggi di Indonesia
| Wilayah | Curah Hujan |
|---|---|
| Jawa Barat | 133,1 mm/hari |
| Sulawesi Selatan | 112,8 mm/hari |
| Jawa Timur | 105,2 mm/hari |
| Sumatra Utara | 105,0 mm/hari |
| DKI Jakarta | 68,6 mm/hari |
| Papua Tengah | 63,6 mm/hari |
| Kalimantan Barat | 62,1 mm/hari |
| Jambi | 54,6 mm/hari |
Dipengaruhi MJO dan Gelombang Atmosfer
BMKG menjelaskan meningkatnya potensi hujan dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif, di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 atau Maritime Continent, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Fenomena tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, terbentuknya sirkulasi siklonik di sejumlah kawasan juga memicu daerah konvergensi dan perlambatan angin yang mendukung terbentuknya awan konvektif penyebab hujan lebat.
El Niño Masih Berlangsung
BMKG menyebut kondisi global saat ini masih berada pada fase El Niño Condition dengan nilai SOI -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68.
Meski El Niño biasanya mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia, terutama wilayah timur, aktivitas atmosfer intraseasonal saat ini masih cukup kuat sehingga tetap mendukung terjadinya hujan.
Aktivitas MJO diprediksi aktif di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, sebagian Maluku Utara, dan Papua bagian utara.
Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memprediksi hujan ringan hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 22–28 Mei 2026.
Tabel Wilayah Potensi Hujan Lebat 22–24 Mei 2026
| Kategori | Wilayah |
|---|---|
| Siaga Hujan Lebat – Sangat Lebat | Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Pegunungan, Papua Selatan |
| Angin Kencang | Aceh bagian utara dan pesisir barat, Sumatra Utara pesisir barat, NTT, Maluku tenggara, Papua Barat, Papua Selatan |
Tabel Wilayah Potensi Hujan Lebat 25–28 Mei 2026
| Kategori | Wilayah |
|---|---|
| Siaga Hujan Lebat – Sangat Lebat | Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan |
| Angin Kencang | Aceh utara, Sumatra Utara, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, NTB, NTT, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan |
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, genangan, hingga sambaran petir.
Masyarakat juga diminta menggunakan pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari dan menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Pengendara kendaraan bermotor diingatkan untuk berhati-hati terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu perjalanan.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan rapuh saat hujan deras dan angin kencang terjadi.
BMKG juga meminta masyarakat rutin memantau informasi cuaca resmi melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi @infobmkg guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)
Sumber : BMKG






























