
ADVERTORIAL
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Keterbatasan jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Karimun kembali menuai sorotan.
Keluhan masyarakat terkait sulitnya lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili, mendorong Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Raja Rafiza mendesak Pemerintah Kabupaten Karimun segera menyiapkan lahan untuk pembangunan SMA Negeri baru.
Menurut Rafiza saat ini Kabupaten Karimun hanya memiliki lima SMA Negeri yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Kondisi tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat, terutama di Kecamatan Karimun yang hingga kini belum memiliki satu pun SMA Negeri,” ujar Rafiza, Senin (6/7/2026).
“Di Kabupaten Karimun jumlah SMA Negeri hanya lima, dan penyebarannya juga belum merata. Bahkan Kecamatan Karimun sampai sekarang belum memiliki SMA Negeri,” tambah Rafiza.
Ia menjelaskan, ketiadaan SMA Negeri di Kecamatan Karimun menyebabkan para calon siswa harus bersaing mendaftar ke sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan Meral dan Tebing.
“Sementara itu, kedua kecamatan tersebut juga memiliki jumlah penduduk yang cukup besar sehingga daya tampung sekolah menjadi terbatas,” katanya.
Akibatnya, kata Rafiza, banyak calon peserta didik yang berdomisili di Kecamatan Karimun kesulitan memperoleh kursi di SMA Negeri melalui jalur domisili.
“Kami persoalan ini akan terus berulang setiap tahun apabila tidak segera diatasi melalui penambahan fasilitas pendidikan,0 ungkapnya.
Karena itu, DPRD Karimun telah berulang kali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Karimun agar segera menyediakan lahan sebagai syarat pengajuan pembangunan SMA Negeri kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami sudah sering mengingatkan pemerintah daerah agar segera mencarikan lahan. Setelah lahan tersedia, kita bisa mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk membangun SMA Negeri baru,” tutur Rafiza.
Sebagai contoh, Rafiza menyebut, pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Selat Gelam yang berhasil direalisasikan menggunakan dukungan anggaran pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Ia berharap langkah serupa dapat dilakukan di Kecamatan Karimun agar kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan tingkat SMA dapat terpenuhi dan persoalan penerimaan siswa baru tidak terus menjadi keluhan setiap tahun ajaran baru.
“Harapan kami, Pemkab Karimun segera menyediakan lahan sehingga pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Karimun bisa direalisasikan dan persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,” tutupnya.(ADVERTORIAL)
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























