
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – PT PLN (Persero) Kabupaten Karimun, kembali menerapkan manajemen daya pada saat beban puncak, menyusul dilakukannya pemeliharaan darurat atau emergency maintenance pada PLTU Unit 2 Karimun.
Pemeliharaan tersebut dilakukan setelah PLTU Unit 2 mengalami kendala pada bagian boiler.
Kondisi ini membuat unit pembangkit harus segera menjalani perawatan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan di Karimun.
Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman, menjelaskan, pemeliharaan Unit 2 sebelumnya memang telah dijadwalkan.
Namun, pelaksanaannya sempat ditunda selama sekitar 30 hari karena kondisi sistem kelistrikan Karimun dinilai belum memungkinkan.
“PLTU Unit 2 seharusnya dijadwalkan masuk masa pemeliharaan pada Juli 2026. Namun karena kondisi Karimun masih belum memungkinkan, dilakukan penundaan dan rencana awalnya sampai dengan 24 Agustus 2026,” terang Riki, Kamis (20/8/2026).
Namun, kondisi teknis pada boiler Unit 2, kata Riki mengalami kendala yang membuat pemeliharaan tidak dapat kembali ditunda.
“Berdasarkan informasi dari tim PLTU Karimun, pemeliharaan harus dilakukan segera agar kondisi pembangkit tidak semakin terganggu dan keandalan sistem kelistrikan tetap dapat dijaga,” katanya.
Di sisi lain, masih kata Riki, PLN juga tengah melakukan instalasi mesin pembangkit baru di Kompleks PLTD Bukit Carok.
Sebanyak enam unit mesin dengan kapasitas masing-masing 1 MW atau total 6 MW sedang dipersiapkan untuk memperkuat pasokan listrik Karimun.
“Instalasi peremajaan PLTD baru sebesar 6×1 MW di Kompleks PLTD Bukit Carok masih berlangsung,” jelas Riki.
“Prosesnya mengalami penundaan dari jadwal yang ditargetkan karena terdapat beberapa material yang masih harus dilengkapi,” tambah Riki.
Ia menerangkan, berdasarkan informasi terbaru, mesin PLTD Bukit Carok tersebut ditargetkan dapat masuk ke dalam sistem kelistrikan pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Selama proses pemeliharaan, PLTU Unit 2 dan sebelum tambahan kapasitas 6 MW tersebut beroperasi, PLN Karimun akan melakukan manajemen daya terutama ketika terjadi beban puncak,” ungkapnya.
Ia berujar, manajemen daya tersebut diperkirakan berlangsung pada pukul 17.30 WIB hingga 03.00 WIB, dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi cuaca dan beban listrik di wilayah Karimun.
“Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gangguan atau pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak, serta mengurangi penggunaan peralatan listrik yang tidak terlalu diperlukan.
“Penggunaan listrik secara hemat pada jam beban puncak dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sistem kelistrikan selama masa pemeliharaan berlangsung,”pungkasnya.
PLN Karimun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses pemeliharaan dan penyesuaian sistem kelistrikan berlangsung.
“Sampai dengan selesainya instalasi PLTD 6 MW ini direalisasikan, untuk menjaga stabilitas kelistrikan di Karimun maka akan dilakukan manajemen daya saat beban puncak. Sekali lagi PLN Karimun mengucapkan maaf sebesar-besarnya atas kendala dan ketidaknyamanan ini,” tutup Riki.
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























