
WARTAKEPRI,co.id, KARIMUN – Kekeringan mulai menghantui masyarakat Tanjung Batu, Kundur, Kabupaten Karimun.
Kondisi Waduk Tempan yang menjadi sumber air baku Perumda Tirta Mulia Karimun (TMK) dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.
Dampaknya pun mulai dirasakan masyarakat. Perumda TMK terpaksa menghentikan sementara distribusi air bersih kepada 809 pelanggan di Tanjung Batu Kundur karena kondisi sumber air baku tidak lagi memungkinkan untuk mendukung pelayanan secara normal.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, menegaskan, kondisi tersebut bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sebelum penghentian distribusi dilakukan, pihaknya telah melaporkan kondisi Waduk Tempan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun dan sejumlah instansi terkait.
“Kami sudah menyampaikan kondisi Waduk Tempan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Dalam rapat TKPSDA Balai Wilayah Sungai IV Kota Batam, kondisi ini juga sudah kami sampaikan. Baru-baru ini kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karimun,” ungkap Ferry, Kamis (3/9/2026).
Menurut Ferry, koordinasi telah dilakukan bersama Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Bapperlitbang, serta dilaporkan kepada Bupati Karimun Iskandarsyah.
“Kondisi Waduk Tempan yang semakin kritis juga telah dibawa ke forum TKPSDA Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Kota Batam. Dalam forum tersebut, Perumda TMK menyampaikan bahwa debit sumber air baku terus menurun seiring minimnya curah hujan,” sebut Ferry.
Perumda TMK kini tengah mengumpulkan data dan informasi terbaru mengenai kondisi Waduk Tempan. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada BPBD Kabupaten Karimun sebagai bahan penyusunan proposal penanganan dampak musim kemarau dan El Nino kepada Pemerintah Pusat.
“Kami berharap penanganan kondisi sumber air baku akibat musim kemarau dan dampak El Nino dapat dilakukan secara bersama-sama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat,” kata Ferry.
Jika kekeringan dan minimnya hujan terus berlanjut, Perumda TMK mendorong agar pemerintah mempertimbangkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.
“Kami akan mendorong bersama Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat agar, jika kondisi ini terus berlanjut dan memungkinkan, dapat dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Ferry.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyelamatkan sumber air baku, khususnya Waduk Tempan, yang saat ini sangat bergantung pada curah hujan.
Ferry juga menginstruksikan Kepala Cabang Tanjung Batu Kundur untuk terus memantau kondisi sumber air baku, memperkuat koordinasi internal, dan memastikan informasi mengenai pelayanan disampaikan secara jelas kepada pelanggan.
Ia menyadari penghentian distribusi air bersih akan berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Kami memahami bahwa penghentian distribusi ini tentu sangat berdampak kepada pelanggan. Untuk itu kami mohon pelanggan dapat bersabar dan memahami kondisi yang sedang kita hadapi,” terangnya.
Musim kemarau dan fenomena El Nino, menurutnya, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sumber air baku. Jika hujan tak kunjung turun dan kondisi Waduk Tempan terus menyusut, persoalan air bersih berpotensi semakin meluas.
“Perumda Tirta Mulia Karimun menyatakan akan terus memantau kondisi sumber air baku serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi menghadapi ancaman kekeringan,” katanya.
Sementara itu, masyarakat diimbau memahami kondisi yang terjadi karena keterbatasan sumber air baku saat ini membuat pelayanan distribusi air bersih belum dapat berjalan seperti biasa.
Perumda TMK berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Turunnya hujan dalam waktu dekat menjadi harapan utama agar Waduk Tempan kembali terisi dan distribusi air bersih kepada masyarakat Tanjung Batu Kundur dapat kembali normal.
“Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama dan dalam waktu dekat kami berharap hujan kembali turun sehingga Waduk Tempan dapat terisi dan pelayanan air bersih di Tanjung Batu Kundur dapat kembali normal,” tutup Ferry.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























