WARTAKEPRI.co.id, LIVERPOOL – Manchester City mempermalukan Liverpool dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan pekan keenam Liga Inggris 2026/2027 di Stadion Anfield, Minggu (11/10/2026). Tiga gol kemenangan The Citizens tercipta pada babak kedua melalui Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Manchester City menjadi enam kemenangan dari enam pertandingan Liga Inggris musim ini. Sebaliknya, Liverpool menelan kekalahan pertama di kompetisi domestik musim 2026/2027.
Pertandingan berlangsung ketat pada babak pertama. Liverpool berusaha memanfaatkan dukungan publik Anfield untuk menekan pertahanan City. Namun, Gianluigi Donnarumma dan barisan belakang tim tamu mampu meredam sejumlah ancaman tuan rumah.
Kebuntuan baru terpecahkan setelah Liverpool kehilangan satu pemain. Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62 sehingga harus meninggalkan lapangan.
Unggul jumlah pemain, Manchester City langsung meningkatkan tekanan. Erling Haaland membuka keunggulan pada menit ke-65, sebelum Jeremy Doku menggandakan skor tiga menit kemudian melalui tembakan melengkung yang mengarah ke sudut atas gawang.
Rayan Cherki kemudian memastikan kemenangan City menjadi 3-0 pada menit ke-78. Ia menuntaskan peluang setelah menerima umpan dari Joško Gvardiol.
Hingga peluit panjang berbunyi, Liverpool gagal mencetak gol balasan. Manchester City pun meninggalkan Anfield dengan tiga poin penting sekaligus mempertahankan posisi di puncak persaingan Liga Inggris.
Susunan Pemain Liverpool vs Manchester City
Liverpool (4-2-3-1)
- Kiper: Alisson Becker
- Bek: Ronald Araújo, Jérémy Jacquet, Virgil van Dijk, Miloš Kerkez
- Gelandang bertahan: Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister
- Gelandang serang: Víctor Muñoz, Florian Wirtz, Bradley Barcola
- Penyerang: Lewis Koumas
Pelatih: Andoni Iraola.
Pemain pengganti Liverpool antara lain Giorgi Mamardashvili, Joe Gomez, Wataru Endo, Federico Chiesa, Kostas Tsimikas, Jeremie Frimpong, Trey Nyoni, James McConnell, dan Rio Ngumoha.
Manchester City (4-2-3-1)
- Kiper: Gianluigi Donnarumma
- Bek: Matheus Nunes, Rúben Dias, Marc Guéhi, Nico O’Reilly
- Gelandang bertahan: Elliot Anderson, Enzo Fernández
- Gelandang serang: Antoine Semenyo, Rayan Cherki, Iliman Ndiaye
- Penyerang: Erling Haaland
Pelatih: Enzo Maresca.
Pemain pengganti Manchester City antara lain James Trafford, Mateo Kovačić, Jérémy Doku, Vitor Reis, Joško Gvardiol, Ayyoub Bouaddi, Rayan Aït-Nouri, Abdukodir Khusanov, dan Rico Lewis.
Susunan pemain mengacu pada daftar pertandingan yang dipublikasikan Sky Sports dan pusat pertandingan resmi Manchester City.
Jeremy Doku Layak Menjadi Pemain Terbaik
Jeremy Doku layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan (Man of the Match) berdasarkan dampak permainannya setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Winger Manchester City tersebut masuk pada menit ke-56 menggantikan Iliman Ndiaye. Hanya sekitar 12 menit kemudian, Doku mencetak gol kedua City melalui penyelesaian spektakuler yang memperlihatkan kecepatan, keberanian mengambil risiko, dan kualitas tekniknya.
Gol tersebut membuat Liverpool semakin kesulitan mengejar ketertinggalan, terlebih setelah mereka bermain dengan sepuluh pemain.
Doku bukan satu-satunya pemain yang berperan besar. Haaland juga tampil menentukan melalui gol pembuka yang memecah kebuntuan, sedangkan Cherki menutup kemenangan dengan penyelesaian yang tenang.
Kiper Donnarumma turut berkontribusi dengan sejumlah penyelamatan penting ketika Liverpool masih memiliki kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan.
Analisis Pertandingan: Kartu Merah Mengubah Jalannya Laga
1. Liverpool kehilangan keseimbangan setelah kartu merah
Sebelum Gravenberch diusir, Liverpool masih mampu memberikan perlawanan dan menjaga pertandingan tetap imbang. Namun, kehilangan satu pemain membuat keseimbangan lini tengah mereka terganggu.
Manchester City mendapatkan lebih banyak ruang untuk mengalirkan bola dan mengeksploitasi celah pertahanan. Keunggulan jumlah pemain menjadi faktor penting dalam terciptanya tiga gol pada babak kedua.
2. Pergantian pemain City terbukti efektif
Keputusan memasukkan Doku pada menit ke-56 memberikan dimensi baru bagi serangan Manchester City. Kecepatan dan kemampuan dribelnya membuat pertahanan Liverpool menghadapi ancaman yang berbeda.
Gol Doku pada menit ke-68 menjadi bukti efektivitas pergantian tersebut. City tidak hanya mengandalkan Haaland sebagai penyelesai akhir, tetapi juga memiliki pemain sayap yang mampu menciptakan peluang melalui aksi individu.
3. Haaland tetap menjadi ancaman utama
Haaland kembali menunjukkan perannya sebagai ujung tombak utama Manchester City. Golnya pada menit ke-65 memaksa Liverpool keluar dari pendekatan bertahan dan membuka ruang bagi pemain lain.
Setelah unggul, City semakin leluasa mengontrol pertandingan. Gol Cherki pada menit ke-78 menjadi penegasan bahwa ancaman mereka datang dari berbagai sektor serangan.
4. Liverpool perlu mengevaluasi lini tengah dan pertahanan
Kekalahan ini tidak semata-mata disebabkan oleh kartu merah. Liverpool juga harus mengevaluasi kemampuan menjaga penguasaan bola ketika menghadapi tekanan intensif.
Kartu merah memang menjadi titik balik, tetapi tiga gol dalam rentang 13 menit menunjukkan bahwa Liverpool kesulitan beradaptasi setelah kehilangan pemain. Koordinasi lini tengah dan pertahanan menjadi aspek penting yang perlu diperbaiki.
Statistik dan Fakta Pertandingan
- Pertandingan: Liverpool vs Manchester City
- Skor akhir: Liverpool 0-3 Manchester City
- Kompetisi: Premier League 2026/2027, pekan keenam
- Tanggal: Minggu, 11 Oktober 2026
- Stadion: Anfield, Liverpool
- 65′: Erling Haaland (Manchester City)
- 68′: Jeremy Doku (Manchester City)
- 78′: Rayan Cherki (Manchester City)
- 62′: Ryan Gravenberch menerima kartu merah setelah kartu kuning kedua
- Pemain terbaik pilihan analisis: Jeremy Doku
Dampak bagi Persaingan Liga Inggris
Kemenangan di Anfield memperkuat posisi Manchester City sebagai salah satu kekuatan utama dalam perebutan gelar musim ini. Enam kemenangan beruntun menunjukkan konsistensi tim asuhan Enzo Maresca pada awal kompetisi.
Bagi Liverpool, hasil ini menjadi peringatan bahwa persaingan di papan atas menuntut konsentrasi dan kedisiplinan sepanjang pertandingan. Mereka perlu segera bangkit agar tidak kehilangan momentum setelah kekalahan perdana di liga.
Manchester City kini membawa pulang bukan hanya tiga poin, tetapi juga kemenangan penting atas salah satu rival terberatnya. Sementara itu, Liverpool harus menjadikan kekalahan di Anfield sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. (*)
Editor Dedy Suwadha





























