Home Karimun Kabut Asap Picu Penghentian Sementara Penyaluran MBG di Karimun

Kabut Asap Picu Penghentian Sementara Penyaluran MBG di Karimun

Penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun dihentikan sementara, karena kegiatan belajar dialihkan ke rumah (BDR) akibat kabut asap.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dihentikan sementara.

Hal tersebut dilakukan menyusul penerapan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) akibat kabut asap.

Kebijakan tersebut berdampak pada distribusi makanan bergizi bagi siswa yang selama ini menjadi sasaran program MBG di lingkungan sekolah.

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, menerangkan, penghentian penyaluran MBG dilakukan selama kegiatan belajar mengajar tatap muka belum kembali diberlakukan.

Meski demikian, pada Rabu (14/10/2026), distribusi makanan masih dilakukan pada pagi hari karena bahan makanan telah dipesan dan proses pengolahan sudah terlanjur berjalan.

“Hari ini tadi karena sudah terlanjur diorder dan pengolahan, tetap didistribusikan, tapi untuk pagi saja,” terang Anas, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran MBG ke sekolah-sekolah akan kembali dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali berlangsung.

“Dengan demikian, pelaksanaan distribusi program tersebut menyesuaikan kebijakan pembelajaran yang diterapkan selama kondisi kabut asap,” ungkapnya.

Penghentian sementara penyaluran MBG juga berpotensi memengaruhi aktivitas para relawan yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Anas menyebut, selama distribusi makanan ke sekolah dihentikan, aktivitas operasional yang berkaitan dengan penyediaan makanan untuk siswa turut terdampak.

“Kondisi ini disebut berpengaruh terhadap penghasilan relawan yang tidak bekerja selama penghentian layanan tersebut,” pungkasnya.

Anas mengungkapkan, bahan makanan yang telanjur dipesan dan dibayar, tetapi tidak dapat dikembalikan kepada pemasok, akan dialihkan kepada masyarakat sekitar SPPG serta relawan yang masuk kategori desil 1 dan 2.

“Kalau bahan-bahan untuk MBG yang sudah terlanjur dipesan dan dibayar serta tidak bisa diretur, akan dialihkan ke warga sekitar SPPG dan relawan yang termasuk desil 1 dan 2,” pungkasnya.

Penghentian sementara tersebut kata Anas, menjadi langkah penyesuaian terhadap kebijakan BDR akibat kabut asap.

“Masyarakat dan pihak sekolah diharapkan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi udara serta kebijakan pembelajaran dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

“Keberlanjutan penyaluran MBG di Karimun masih menunggu diberlakukannya kembali pembelajaran tatap muka,” tambah Anas.

Ia menuturkan, informasi mengenai jadwal dimulainya kembali distribusi perlu dipastikan melalui pihak terkait agar sekolah, orang tua, dan penerima manfaat dapat memperoleh kepastian.

Program MBG sendiri masih kata Anas ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik.

“Karena itu, kejelasan mekanisme penyaluran selama kondisi darurat menjadi penting, baik untuk memastikan keberlanjutan manfaat program maupun mengurangi dampak penghentian layanan terhadap relawan dan masyarakat penerima bantuan,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri