
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Karimun, menangani 16 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 12 hingga 17 Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, sembilan pasien merupakan anak-anak dan tujuh lainnya orang dewasa.
Direktur RSUD Muhammad Sani Karimun, dr. Dedi Abrianto, menyampaikan data tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (19/10/2026).
“Dari tanggal 12 hingga 17 Oktober 2026, sebanyak 16 orang pasien ISPA yang kami tangani di RSUD Muhammad Sani Karimun,” ungkap Dedi.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut belum menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA yang signifikan di Kabupaten Karimun. Menurutnya, angka pasien yang ditangani selama periode tersebut masih tergolong normal.
“Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, terutama di tengah kondisi kabut asap yang menyebabkan kualitas udara di Kabupaten Karimun berada pada kategori tidak sehat,” imbaunya.
Kabut asap dilaporkan telah berlangsung sekitar 14 hari. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di satuan pendidikan yang dialihkan menjadi Belajar dari Rumah (BDR) demi mengurangi paparan udara yang tidak sehat.
Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap, Dedi mengimbau masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
“Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika berada di luar rumah serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedi meminta agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara masih buruk, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
“Kami harapkan masyarakat Kabupaten Karimun senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkasnya.
Apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis sesuai tingkat keparahan gejala.
“Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat membantu melindungi kesehatan masyarakat selama kondisi kualitas udara di Kabupaten Karimun belum kembali membaik,” tutup Dedi.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























