
BATAM – Sebanyak 48 tim sepak bola kelompok usia U-12 dan U-16 dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura siap meramaikan International Soccer Batam Cup III 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–19 Desember 2026. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan pemain muda, tetapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan sport tourism serta perekonomian Kota Batam.
Persiapan turnamen ditandai dengan pelaksanaan technical meeting di Maxone Hotel, Pelita, Batam, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para manajer perwakilan tim peserta dan dirangkai dengan peluncuran jersey resmi yang akan digunakan selama pertandingan.
Panitia Pelaksana Batam Cup III 2026, Surya Wijaya, mengatakan turnamen edisi ketiga ini diikuti 48 tim, terdiri atas 32 tim kelompok U-12 dan 16 tim kelompok U-16.
Peserta berasal dari Batam, sejumlah daerah di Indonesia, serta Malaysia dan Singapura. Keikutsertaan tim dari berbagai daerah dan negara tetangga tersebut dinilai menjadi peluang bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai tuan rumah kompetisi sepak bola berskala internasional.
“Batam punya segalanya. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” ujar Surya.
Ia memperkirakan lebih dari 1.000 orang akan datang ke Batam selama turnamen berlangsung, termasuk pemain, ofisial, dan pendamping. Kehadiran mereka diharapkan meningkatkan aktivitas perhotelan, transportasi, restoran, serta usaha kuliner dan sektor jasa lainnya.
Untuk mendukung kedatangan peserta dari luar negeri, panitia juga menyiapkan dukungan layanan perjalanan dan penanganan kedatangan melalui operator yang bekerja sama dengan pihak terkait. Upaya ini diharapkan mempermudah mobilitas peserta, terutama dari Malaysia dan Singapura.
Surya menegaskan, Batam Cup III 2026 merupakan kontribusi bagi Provinsi Kepulauan Riau. Ia berharap turnamen ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan kualitas penyelenggaraan yang terus meningkat.
Rincian Batam Cup III 2026
Berikut informasi utama penyelenggaraan International Soccer Batam Cup III 2026:
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama kegiatan | International Soccer Batam Cup III 2026 |
| Waktu pelaksanaan | 15–19 Desember 2026 |
| Lokasi persiapan | Maxone Hotel, Pelita, Batam |
| Jumlah peserta | 48 tim |
| Kelompok usia U-12 | 32 tim |
| Kelompok usia U-16 | 16 tim |
| Asal peserta | Indonesia, Malaysia, dan Singapura |
| Perkiraan kedatangan | Lebih dari 1.000 orang |
| Tujuan kegiatan | Pembinaan sepak bola usia dini, penguatan sport tourism, dan pergerakan ekonomi daerah |
PSSI Dorong Batam Cup Menjadi Agenda Tahunan
Sekretaris Umum Askot PSSI Batam, Ahmad Budiman, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Batam Cup III 2026. Menurutnya, turnamen yang melibatkan peserta lintas negara tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda rutin dalam kalender kegiatan sepak bola.
Ia menilai dukungan PSSI diperlukan agar penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya dapat dipersiapkan lebih matang dan menjangkau dukungan yang lebih luas.
Letak geografis Batam yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura juga menjadi keunggulan dalam pengembangan kompetisi sepak bola regional. Jarak yang relatif dekat memudahkan tim dari negara tetangga untuk mengikuti pertandingan di Batam.
Ahmad berharap seluruh rangkaian turnamen berjalan lancar sehingga dapat menjadi landasan bagi penyelenggaraan kompetisi serupa pada masa mendatang.
KONI Kepri Tekankan Sportivitas dan Fair Play
Wakil Ketua KONI Kepulauan Riau, Asmin Patros, turut mengapresiasi penyelenggaraan Batam Cup III 2026. Ia menilai turnamen ini dapat mendukung kemajuan olahraga sekaligus memperluas pengembangan sport tourism di Kepulauan Riau.
Menurut Asmin, keberhasilan turnamen internasional tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan kemeriahan acara, tetapi juga dari penerapan prinsip transparansi, keadilan, dan sportivitas.
Ia menekankan agar setiap pertandingan berlangsung dengan menjunjung tinggi fair play. Wasit dan perangkat pertandingan juga diharapkan menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan tidak memihak.
Selain itu, Asmin mendorong terbukanya peluang kerja sama dengan federasi sepak bola Malaysia dan Singapura, khususnya dalam pertukaran informasi serta peningkatan kualitas perangkat pertandingan.
Dengan demikian, Batam Cup tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi pemain muda, tetapi juga berpotensi memperkuat hubungan olahraga lintas negara.
Pemko Batam Lihat Peluang Pengembangan Sport Tourism
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif penyelenggaraan Batam Cup III 2026. Menurutnya, turnamen ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai acara, termasuk kegiatan olahraga.
Ardiwinata menjelaskan, daya tarik pariwisata Batam didukung aksesibilitas, ketersediaan akomodasi, serta beragam pilihan aktivitas wisata dan hiburan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah kunjungan wisatawan ke Batam hingga Agustus 2026 mencapai 1,2 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan besarnya potensi Batam sebagai destinasi wisata di kawasan Kepulauan Riau.
Dari sisi akomodasi, Batam memiliki ratusan hotel dengan puluhan ribu kamar. Ketersediaan restoran, pusat perbelanjaan, lapangan golf, serta berbagai pilihan hiburan turut menjadi daya tarik bagi wisatawan dan peserta kegiatan olahraga.
Menurut Ardiwinata, kehadiran puluhan tim beserta ofisial dan pendamping selama beberapa hari dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Pengeluaran untuk penginapan, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya berpotensi menggerakkan sektor pariwisata dan jasa.
Ia berharap Batam Cup III 2026 dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism sekaligus membuka peluang penyelenggaraan lebih banyak kegiatan olahraga nasional maupun internasional.
Dengan melibatkan 48 tim dari Indonesia dan mancanegara, Batam Cup III 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini, memperluas jejaring olahraga regional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam melalui sektor pariwisata.(emr)
Editor Dedy Suwadha






















