
MEDAN – Organisasi lingkungan hidup, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Sumatera Utara (Sumut), menyerukan Medan Zoo atau Kebun Binatang Medan segera ditutup setelah empat ekor harimau meninggal dalam tiga bulan terakhir.
Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, mengecam Pemkot Medan dan Wali Kota Medan beserta BUMD yang mengelola kebun binatang tersebut. Mereka dinilai tidak belajar dari peristiwa kematian harimau sebelumnya.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Dibekuk 0-4 oleh Australia: Begini Kata Shin Tae-yong
“Ini bukti Pemkot Medan, termasuk Wali Kota Medan beserta BUMD yang mengelola kebun binatang itu enggak belajar atas peristiwa kematian harimau sebelumnya,” kata Rianda Purba di Medan, Minggu (28/1/2024).
Rianda menambahkan bahwa tahun lalu, tiga ekor harimau ditemukan mati di kandangnya, termasuk dua ekor Harimau Sumatera bernama Erha dan Nurhaliza, serta seorang Harimau Benggala bernama Avatar.
Belum lama ini, pada Senin, 22 Januari 2024, seekor Harimau Benggala berusia 19 tahun bernama Wesa juga ditemukan mati di kandangnya.
Menanggapi situasi ini, Walhi Sumut menyatakan bahwa Pemkot Medan perlu mengambil langkah-langkah perbaikan. Diantaranya, perbaikan infrastruktur, fasilitas perawatan, kesehatan, dan penyediaan pakan satwa yang memadai di Medan Zoo.
BACA JUGA: Ustadz Abdul Somad Dilantik Sebagai Adjunct Professor di Universiti Malaysia Sabah
“Harimau-harimau maupun satwa-satwa yang lain semakin kritis kondisinya. Tentu Pemkot Medan harus menutup sementara. Kemudian satwa-satwa direlokasi di lembaga konservasi yang lebih memadai,” terang Rianda.
Meskipun seruan telah dilakukan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, masih merahasiakan waktu efektif penutupan Medan Zoo. Medan Zoo merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1952. (*)
Liputan6
Editor: Denni Risman





























