WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Nelayan asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Bachtiar (61), yang dilaporkan hilang kontak saat melaut sejak 10 Oktober 2026, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Malaysia, Jumat (16/10/2026).
Bachtiar ditemukan setelah enam hari pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan, serta koordinasi antara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan Bachtiar bersama pompongnya dievakuasi oleh Bot Perkasa 46 milik Malaysia Coast Guard. Korban kemudian dibawa ke Jeti Tekek, Pulau Tioman, dan tiba pada Jumat pukul 03.22 waktu Malaysia atau 02.22 WIB.
“Alhamdulillah, proses pencarian selama enam hari akhirnya membuahkan hasil. Bachtiar ditemukan selamat dan kini telah mendapatkan penanganan medis dari otoritas terkait di Malaysia,” kata Abdul Rahman.
Meski korban telah ditemukan, Kantor SAR Natuna masih memantau proses pemulangan Bachtiar ke Indonesia melalui koordinasi dengan MRSC Kuantan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, dan pihak terkait lainnya.
Pencarian Dimulai Sejak 10 Oktober
Bachtiar sebelumnya dilaporkan pergi melaut pada 10 Oktober 2026, tetapi tidak kunjung kembali ke rumahnya di Desa Genting Pulur. Kondisi tersebut memicu operasi pencarian oleh Kantor SAR Natuna bersama sejumlah unsur SAR gabungan.
Sejak hari pertama hingga hari kelima, tim melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna. Pencarian melibatkan Pos SAR Anambas, Posal dan Polsek di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, serta BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.
Upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Tim menyisir lokasi terakhir yang diketahui atau Last Known Position (LKP), termasuk pulau-pulau di sekitarnya.
Petugas juga berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan Bachtiar dan pompongnya yang memiliki ciri warna hijau keabu-abuan.
Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur, masyarakat Desa Genting Pulur, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta kelompok nelayan turut membantu proses pencarian. Jaringan komunikasi antarnelayan menjadi salah satu unsur penting dalam upaya menemukan korban.
Hari Keempat, Pencarian Diperluas ke Malaysia
Memasuki hari keempat, Kantor SAR Natuna memperluas upaya pemantauan dengan melibatkan Kantor SAR Tanjungpinang dan MRSC Kuantan, Malaysia.
Informasi mengenai orang hilang dan ciri-ciri pompong korban disebarluaskan melalui Telegram Maklumat Pelayaran (Mapel). Langkah ini dilakukan untuk menjangkau kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian, termasuk perairan yang berdekatan dengan perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Namun, hingga saat itu, keberadaan Bachtiar belum diketahui secara pasti.
Hari Kelima, Pompong dan Nelayan Terlihat Terombang-ambing
Titik terang muncul pada Kamis (15/10/2026) sore. Sekitar pukul 16.01 WIB, MRSC Kuantan menyampaikan informasi kepada Kantor SAR Natuna mengenai penemuan sebuah pompong dan seorang nelayan yang terombang-ambing di perairan Malaysia.
Nelayan tersebut dilaporkan memberikan isyarat menggunakan bendera putih untuk meminta pertolongan.
Informasi awal menyebutkan pompong itu kehabisan bahan bakar sehingga hanyut hingga melintasi perbatasan maritim Indonesia dan Malaysia.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas siaga komunikasi Kantor SAR Natuna segera melakukan verifikasi terhadap ciri-ciri pompong yang ditemukan. Petugas juga mengonfirmasi informasi kepada keluarga korban guna memastikan bahwa nelayan tersebut benar-benar Bachtiar.
Setelah identitas dan kecocokan informasi terkonfirmasi, Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan MRSC Kuantan untuk mendukung operasi penyelamatan.
Dievakuasi dan Mendapatkan Pemeriksaan Medis
Bachtiar akhirnya berhasil dievakuasi bersama pompongnya oleh Bot Perkasa 46 milik Malaysia Coast Guard. Korban kemudian dibawa ke Jeti Tekek, Tioman, dan mendapatkan pemeriksaan medis di klinik setempat.
Kondisi korban menjadi perhatian karena Bachtiar diketahui memiliki riwayat keluhan asma. Selain itu, radio komunikasi dan peralatan navigasi di pompongnya dilaporkan tidak berfungsi dengan baik ketika melaut.
Kondisi tersebut diduga turut menyulitkan korban untuk berkomunikasi dan menentukan posisi saat pompongnya hanyut.
SAR Natuna Koordinasikan Pemulangan Korban
Abdul Rahman mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Ia menegaskan, Kantor SAR Natuna tetap berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, serta pihak terkait lainnya untuk mengurus proses pemulangan Bachtiar ke tanah air.
“Kami berterima kasih atas seluruh upaya dan dukungan unsur yang terlibat. Kantor SAR Natuna akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah kerja kami,” ujarnya.
Dengan ditemukannya Bachtiar dalam keadaan selamat, operasi pencarian terhadap nelayan asal Desa Genting Pulur tersebut dinyatakan membuahkan hasil. Selanjutnya, koordinasi difokuskan pada proses pemulangan korban ke Indonesia.
@wartakepri Berita TikTok – Kabar Bahagia, Setelah Enam Hari Hilang Saat Melaut, Nelayan Anambas Bachtiar Ditemukan Selamat di Perairan Malaysia #wartakepritv #News #BeritaTikTok #Anambas #NelayanAnambas #TimSar #malaysiatiktok ♬ original sound – WartaKepri
(Rilis Kantor SAR Natuna)






























