
WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Investasi tersebut dilaporkan menyerap sekitar 5,4 juta tenaga kerja.
Capaian itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam sidang tersebut, Rosan menyampaikan laporan realisasi investasi sebagai salah satu indikator kegiatan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja selama dua tahun pemerintahan Prabowo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen. Menurut laporan tersebut, pertumbuhan ekonomi didukung oleh kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat.
Selain mendorong investasi, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli serta memperkuat konsumsi masyarakat.
Paket stimulus tersebut mencakup program satu orang satu rekening, bantuan pangan berupa beras, bantuan subsidi upah, serta diskon transportasi pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pemerintah menyiapkan berbagai program tersebut untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun.
Laporan mengenai realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan rencana stimulus disampaikan dalam rangkaian evaluasi dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sumber: BPMI Setpres




























