WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sejumlah organisasi kemasyarakatan, menggelar aksi demo penolakan kenaikan tarif listrik yang diajukan oleh Bright PLN Batam, Senin(06/03/2017). Meraka berorasi di depan Gedung Graha Kepri dan akan dilanjutkan ke Gedung DPRD Batam, Batamcentre.
Dengan membawa keranda serta sejumlah atribut poster, spanduk dan pamplet juga sound system, massa berteriak-teriak meminta anggota dewan yang berada di gedung Graha Kepri untu turun dan menemui mereka.
Tujuannya satu, membatalkan kenaikan tarif listrik 47 persen untuk rumah tangga, yang menurut mereka sangat memberatkan.
Sementara itu ditempat terpisah, Corporate Secretary bright PLN Batam, Samsul Bahri mengungkapkan bawah usulan kenaikan tarif semata-mata diajukan untuk menjamin kelangsungan dan eksistensi layanan PLN Batam, dan bukan untuk mencari keuntungan yang lebih besar untuk perusahaan.
Angka yang diusulkan juga masih dalam batas kewajaran dan kemampuan masyarakat Batam. Untuk itu, dia berharap kenaikan tarif listrik ini dapat diterima semua kalangan, terutama kalangan pelanggan rumah tangga golongan tarif (R-1) 1.300 VA dan 2.200 VA.
Selain menjual di bawah BPP, serta mensubsidi pelanggan konsumtif, anak perusahaan PT PLN (Persero) ini tak mendapatkan Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sejak tahun 2014 lalu.
Keadaan ini menyebabkan kondisi keuangan PLN Batam terus memburuk dan penyesuaiannya terakumulasi.
“Kondisi keuangan kita (PLN Batam) sudah berada di titik nadir. Apalagi, harga komponennya terus berubah. Seperti harga energi primer, dolar, dan inflasi. Berbeda dengan induknya PT PLN (Persero) yang memberlakukan automatically tariff adjustment sehingga tidak repot-repot mengajukan penyesuaian tarif karena otomatis naik atau turun jika 3 (tiga) komponen tadi mengalami perubahan.” papar Samsul.
“Rencana penyesuaian tarif listrik PLN Batam masih jauh lebih murah dibanding tarif nasional atau tarif PT PLN (Persero),” ungkap Samsul Bahri. “Saat ini tarif listrik nasional per-kWh berada dikisaran Rp.1.467/kWh (Februari dan Maret), sementara usulan tarif yang diusulkan PLN Batam masih pada angka .1.352/kWh, masih lebih murah 8.08% ketimbang tarif nasional, jelasnya.
Diterangkannya, bahkan saudara-saudara kita di Tanjungpinang, Belakangpadang dan Pulau Sembulang yang listriknya sama-sama berasal dari Batam, tapi harus membayar dengan tarif nasional per-kWh-nya.
“Padahal dari segi ekonomi, kondisi ekonomi Batam bisa dikatakan lebih maju ketimbang saudara kita yang di pulau lain, ada juga saudara-saudara kita di pulau yang masih memakai genset dengan waktu menyala yang terbatas dan harus membayar lebih mahal daripada listrik 24 jam yang tiap hari kita nikmati.” tambah Samsul.(one/btmclick)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























