TANJUNGPINANG, WARTAKEPRI.co.id – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Kolonel (P) S.Irawan beserta staf menerima kunjungan lima orang tim strahan Kemenhan RI yang dipimpin langsung oleh Kapuslibang Strahan Kemenhan RI Laksamana Pertama TNI Sudarsono berlangsung di Mako Lantamal IV Tanjungpinang (Rabu 10/2/2016)
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun data permasalahan menyangkut pengamanan Selat Malaka yang dilakukan Western Fleet Quick Response (WFQR) oleh Lantamal IV dan Koarmabar dalam menumpas segala tindak kejahatan di laut, yang saat ini banyak mendapat apresiasi dari negara-negara tetangga bahkan dunia internasional.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menghimpun data permasalahan menyangkut pengamanan Selat Malaka yang dilakukan Western Fleet Quick Response (WFQR) oleh Lantamal IV dan Koarmabar dalam menumpas segala tindak kejahatan di laut, yang saat ini banyak mendapat apresiasi dari negara-negara tetangga bahkan dunia internasional.
Pada kesempatan tersebut Danlantamal IV menjelaskan bahwa ada grand design agar perairan ini tidak aman. kejahatan di (Selat Malaka) karena by design.
Pada kesempatan tersebut Danlantamal IV menjelaskan bahwa ada grand design agar perairan ini tidak aman. kejahatan di (Selat Malaka) karena by design.
Bisa karena persaingan bisnis dan untuk mendapatkan asuransi, biasanya kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka membuat laporan palsu dengan menyatakan bahwa kapalnya telah mengalami perompakan.
Namun, setelah dilakukan investigasi, ternyata perompakan dilakukan oleh pihak-pihak yang masih erat kaitanya dengan kapal tersebut untuk mendapatkan klaim asuransi dan ini sindikat yang akan terus kita tumpas.
Namun, setelah dilakukan investigasi, ternyata perompakan dilakukan oleh pihak-pihak yang masih erat kaitanya dengan kapal tersebut untuk mendapatkan klaim asuransi dan ini sindikat yang akan terus kita tumpas.
” Berdasarkan orang-orang yang berhasil ditangkap, ada mastermind yang sudah kita tangkap. Ada yang di Batam yang sudah kita proses,sementara itu keterlibatan yang lain atau warga Negara asing sudah kita koordinasikan dengan Negara yang bersangkutan karena itu bukan wilayah kita” ujar Irawan.
” Berdasarkan orang-orang yang berhasil ditangkap, ada mastermind yang sudah kita tangkap. Ada yang di Batam yang sudah kita proses,sementara itu keterlibatan yang lain atau warga Negara asing sudah kita koordinasikan dengan Negara yang bersangkutan karena itu bukan wilayah kita” ujar Irawan.
Sejak digelar operasi pengamanan di Selat Malaka sebagai tindak lanjut dari Western Fleet Quick Response (WFQR) Danlantamal menjelaskan jumlah kasus perompakan di Selat Malaka menurun drastis berhasil kita tekan hingga nol.
Sehingga predikat perairan Indonesia, khususnya Selat Malaka yang dipersepsikan sebagai the most dangerous waters yaitu perairan yang tidak aman dan berbahaya, dapat ditekan se minimal mungkin.
” Ada juga tindakan kriminal yang berhasil kita tangkap orang-orangnya seperti pencurian besi tua di kapal namun itu kita kategorikan kriminal ringan. Karena mereka tidak ada pekerjaan dan mereka turun ke laut melakukan seperti itu, namun tidak berati kita biarkan tetap kita tindak kata Danlantamal,”tambah Danlantamal.
“Saat ini kita menurunkan personel kita untuk masuk ketempat-tempat pemukiman warga yang terindikasi pelaku kriminal dilaut untuk memberikan pemahaman agar mereka tidak lagi melakukan kegiatan ilegal, kita beri pengertian kepada mereka dan ini tugas kita semua memberikan pengertian dan pemahaman,”ujar Danlantamal. (dispen lantamal IV)





























