WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Sasilawati akrab di panggil Sasi tercatat sebagai atlet takraw cewek terbaik di Natuna.
Prestasi yang dia peroleh cukup membanggakan Natuna. pernah menyumbang Emas dua Emas dan dua Perak Poprov Tahun 2014 di Karimun.
Pada Tahun 2015 Sasi beserta beserta Tim Takraw Putri diutus oleh Pemrov Kepri untuk berlaga di Sumatera di Bangka Belitung, dan meraih Perunggu 2015.
Suparman Manajer tim takraw putri official Takraw dan Wakil Ketua Persatuan Sepak Takraw Natuna
di hubungi WartaKepri.co.id (20/05/2016) menceritakan sosok Sasi yang disiplin.
“Anaknya antusias dan kuat saat latihan dan selalu disiplin saat berlatih,”ucap Parman.
Anak Pertama dari tiga bersaudara pasangan dari Ilyas ketua RT di Puak Kec Bunguran Timur Kabupaten Natuna.
Ayah juga berpesan sebelum kejadian naas itu, lepas zuhur masih ingatkan anak nya jangan keluar dulu untuk latihan takraw yang sering dilakukan di kompleks di Masjid Agung beserta teman teman tim.
Karena di komplek perumahan nya ada acara nisfu saban, dan ilyas ingin mengajak anak nya hadir menyambut bulan Ramadan.
Ida Susanti Spd kepala sekolah SMA 2 Natuna di hubungi Wartakepri.co.id (20/05/2016) melalui telepon membenarkan bahwa Sasilawati tercatat sebagai siswa kami di SMA 2 Ranai. Dia tergolong anak perestasi di bidang olahraga.
” Sebelum kejadian saya dapat laporan dari wali kelas 1 SMA 2 , bahwa Sasilawati udah tidak masuk sekolah satu minggu. kami tidak tahu apa penyebabnya,”ucap Kepala Sekolah SMA 2 Ranai .
Pada Tahun 2015 Sasi beserta beserta Tim Takraw Putri diutus oleh Pemrov Kepri untuk berlaga di Sumatera di Bangka Belitung, dan meraih Perunggu 2015.
Suparman Manajer tim takraw putri official Takraw dan Wakil Ketua Persatuan Sepak Takraw Natuna
di hubungi WartaKepri.co.id (20/05/2016) menceritakan sosok Sasi yang disiplin.
“Anaknya antusias dan kuat saat latihan dan selalu disiplin saat berlatih,”ucap Parman.
Anak Pertama dari tiga bersaudara pasangan dari Ilyas ketua RT di Puak Kec Bunguran Timur Kabupaten Natuna.
Ayah juga berpesan sebelum kejadian naas itu, lepas zuhur masih ingatkan anak nya jangan keluar dulu untuk latihan takraw yang sering dilakukan di kompleks di Masjid Agung beserta teman teman tim.
Karena di komplek perumahan nya ada acara nisfu saban, dan ilyas ingin mengajak anak nya hadir menyambut bulan Ramadan.
Ida Susanti Spd kepala sekolah SMA 2 Natuna di hubungi Wartakepri.co.id (20/05/2016) melalui telepon membenarkan bahwa Sasilawati tercatat sebagai siswa kami di SMA 2 Ranai. Dia tergolong anak perestasi di bidang olahraga.
” Sebelum kejadian saya dapat laporan dari wali kelas 1 SMA 2 , bahwa Sasilawati udah tidak masuk sekolah satu minggu. kami tidak tahu apa penyebabnya,”ucap Kepala Sekolah SMA 2 Ranai .
Pada berita sebelumnya, Sasi ditemukan tergantung di dalam sebuah kamar dengan tali nilon dengan kaki tersungkur ke lantai pada pukul 17.30. oleh ibu korban.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh Bapak korban. Sementara Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Donris Pasaribu menyatakan hasil visum dari RSUD menyatakan tidak ada di temukan luka ke kerasan dan menyatakan korban sementara murni bunuh diri. (ricky)
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh Bapak korban. Sementara Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Donris Pasaribu menyatakan hasil visum dari RSUD menyatakan tidak ada di temukan luka ke kerasan dan menyatakan korban sementara murni bunuh diri. (ricky)































