Home Berita Utama Bintan Resorts Semakin Kokoh Jadi Destinasi Sport Tourism Kepri dan Indonesia

Bintan Resorts Semakin Kokoh Jadi Destinasi Sport Tourism Kepri dan Indonesia

Bintan Lagoi 2025
Beach Bintan Lagoi
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

BINTAN – Deru kayuhan sepeda yang menggema di Pulau Bintan pekan lalu menjadi penanda kebangkitan pariwisata olahraga di Kepulauan Riau. Setelah empat tahun tertunda akibat pandemi Covid-19 dan kendala teknis, Tour de Bintan 2026 akhirnya kembali digelar pada 21-23 Agustus 2026 dan berlangsung sukses.Sebanyak 838 peserta dari 42 negara tercatat mengikuti ajang tersebut hingga H-3 pelaksanaan. Jumlah ini melampaui target awal sebanyak 700 peserta sekaligus mempertegas posisi Bintan sebagai salah satu destinasi sport tourism penting di kawasan Asia.

Tour de Bintan 2026 hadir dengan identitas baru dan sembilan kategori yang menyasar berbagai tingkatan peserta. Kategori Gran Fondo Classic 150 kilometer menjadi yang paling diminati dengan 266 peserta, disusul Gran Fondo Century 100 kilometer sebanyak 221 peserta, Gran Fondo Discovery 45 kilometer 182 peserta, Gran Fondo Challenge 70 kilometer 101 peserta, serta Individual Time Trial 17 kilometer.

Bagi peserta, Tour de Bintan bukan sekadar perlombaan mengejar waktu. Rute yang melintasi kawasan pantai, perkampungan hingga tepian hutan menghadirkan pengalaman menikmati panorama tropis Pulau Bintan. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di kawasan Lagoi Bay, Bintan Resorts.

Tiga Pilar Sport Tourism Bintan

Tour de Bintan bukan satu-satunya kekuatan Bintan dalam mengembangkan wisata olahraga. Event ini berjalan bersama dua agenda besar lainnya, yakni Mandiri Bintan Marathon dan Bintan Triathlon, yang telah memiliki rekam jejak panjang di tingkat internasional.

Mandiri Bintan Marathon sejak debut pada 2019 konsisten menarik perhatian pelari profesional maupun amatir dari berbagai negara Asia Tenggara. Konsep yang diusung sederhana, yakni berlari sembari menikmati liburan di Bintan.

Ajang ini dipusatkan di Plaza Lagoi Bay dengan lintasan yang telah diukur sesuai standar AIMS untuk kategori Marathon, Half Marathon dan 10 Kilometer. Kehadiran race village dan panggung hiburan turut menjadikan perlombaan sebagai festival olahraga dan wisata.

Sementara itu, Bintan Triathlon memiliki sejarah lebih panjang, yakni lebih dari dua dekade. Event yang memadukan renang, sepeda dan lari tersebut bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai Event Pariwisata Konsisten dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Bintan Triathlon juga pernah masuk Top 10 Calendar of Event Kementerian Pariwisata pada 2019 bersama Tour de Bintan. Sementara Ironman 70.3 Bintan saat itu masuk dalam Top 100.

Pada 2023, Bintan Triathlon kembali digelar setelah tiga tahun absen dan mampu menarik lebih dari 500 atlet dari 35 negara. Bahkan pada masa puncaknya pada 2017, jumlah peserta mencapai sekitar 1.300 orang dari 37 negara.

Catatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan komunitas olahraga internasional terhadap Bintan sebagai lokasi penyelenggaraan event berkelas dunia.

Bukan Sekadar Event Olahraga

Konsistensi penyelenggaraan berbagai event tersebut menunjukkan bahwa Bintan Resorts tidak sekadar mengejar jumlah wisatawan, tetapi membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Event olahraga menjadi jangkar, alam menjadi panggung, sementara masyarakat menjadi bagian penting dari aktivitas pariwisata.

Di luar tiga event utama tersebut, kalender kegiatan di kawasan Lagoi juga terus dipenuhi berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya Bintan E-Sport Championship yang digelar 27-28 Juni 2026 di Plaza Lagoi.

Ada pula Jong Race Festival yang mengangkat tradisi perahu layar mini khas Kepri, Bintan Regatta hasil kolaborasi dengan Changi Sailing Club, Bintan Resorts Carnival, hingga Road to Give yang menggabungkan olahraga lari dengan kegiatan amal.

Bintan Regatta, misalnya, melibatkan 15 kapal layar dari Singapura serta sekitar 250 perahu Jong dari komunitas Kepri. Sementara Road to Give mengajak wisatawan berlari sekaligus berdonasi melalui kegiatan yang digelar Natra Bintan dan Four Points by Sheraton.

Didukung Kawasan Terintegrasi

Kekuatan Bintan Resorts juga didukung kawasan yang sangat luas. Kawasan ini memiliki areal sekitar 27.000 hektare, namun baru sekitar sepertiganya yang dikelola.

Meski demikian, kawasan tersebut telah menjadi salah satu andalan pariwisata Kepri dan Indonesia, terutama dengan dukungan akses internasional melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani.

Data kunjungan menunjukkan sebanyak 171.000 wisatawan mancanegara tiba melalui pelabuhan tersebut pada 2024. Jumlahnya meningkat menjadi sekitar 240.000 wisman pada 2025 dan mencapai sekitar 129.000 kedatangan hingga Juni 2026.

Wisatawan yang datang antara lain berasal dari Singapura, Malaysia, China, India, Australia dan Jepang. Komposisi tersebut menunjukkan posisi Lagoi sebagai salah satu hub pariwisata regional.

Dari sisi akomodasi, kawasan Bintan Resorts juga memiliki lebih dari 3.200 kamar hotel dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 5.500 kamar dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Sejumlah akomodasi yang tersedia menawarkan beragam pilihan, mulai dari hotel dan resort mewah, villa privat, hingga konsep glamping. Di antaranya Banyan Tree Bintan, The Sanchaya, Hotel Indigo Bintan Lagoi Beach, Angsana Bintan, Nirwana Gardens, Bintan Lagoon Resort, Four Points by Sheraton Bintan Lagoi Bay, Holiday Inn Resort Bintan Lagoi Beach, Cassia Bintan, The ANMON Resort, Natra Bintan, Kamuela Villas Lagoi Bay dan Grand Lagoi Hotel.

Kolaborasi Jadi Kunci

Untuk memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi wisata internasional, sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting.

Fasilitas keimigrasian dan kemudahan bagi wisatawan mancanegara perlu terus diperkuat. Perluasan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi negara-negara potensial juga dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bintan dan Kepri.

Pasalnya, dampak pariwisata tidak hanya dirasakan melalui penerimaan negara, tetapi juga langsung menyentuh masyarakat. Tingginya kunjungan wisatawan akan menggerakkan hotel dan restoran, UMKM, transportasi, jasa wisata serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Bintan juga dapat terus memperkuat dukungan sesuai kewenangannya, termasuk menjadikan Bintan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional.

Namun, pengembangan pariwisata tidak berarti harus memusatkan seluruh kegiatan di Bintan. Kepri memiliki banyak destinasi dan event yang dapat saling melengkapi.

Batam memiliki kawasan Nongsa serta berbagai event seperti Batam Wonderfood and Art Ramadhan, Batam Jazz Festival dan Kenduri Seni Melayu. Tanjungpinang memiliki Festival Bahari Kepri, Festival Penyengat dan Festival Kopi Merdeka.

Karimun memiliki Coastal Culture Festival, Lingga dengan Festival Pesona Bahari dan Festival Gunung Daik, Natuna dengan Festival Pulau Senoa dan kekayaan geopark-nya, sementara Anambas memiliki Festival Padang Melang.

Jika dikemas dalam satu kalender pariwisata Kepri, seluruh event tersebut dapat saling menguatkan dan memperpanjang masa tinggal wisatawan di wilayah ini.

Menjaga Momentum

Kesuksesan Tour de Bintan 2026 menjadi pengingat bahwa konsistensi, komitmen dan kolaborasi mampu mengubah sebuah kawasan menjadi panggung pariwisata dunia.

Bintan Resorts telah menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak harus dilakukan secara instan. Dengan kawasan yang baru sekitar sepertiganya dikelola, Bintan sudah mampu menghadirkan event olahraga berskala internasional dan menarik wisatawan dari berbagai negara.

Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar terus bergulir.

Setiap kayuhan sepeda, langkah pelari dan tarikan napas para perenang di Lagoi bukan hanya bagian dari kompetisi, tetapi juga membawa cerita tentang Indonesia sebagai destinasi yang ramah, profesional dan siap bersaing di panggung pariwisata dunia. (*)

 

Tulisan Bang Buralimar
Praktisi Media dan Pariwisata di Kepri

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026