WARTAKEPRI. co.id, TANJUNGPINANG – Puluhan Himpunan Mahasiswa Kepulauan Anambas (HIMKA) Mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Provinsi Kepulauan Riau,Yang berada di Pulau Dompak, Senen (30/5/2016).
Himpunan Mahasiswa Kepulauan Anambas (HIMKA) meminta DPRD Provinsi Kepri untuk menghentikan aktifitas PT.Kartika Jemaja Jaya (KJJ) sesampai permasalahan konfelik Pro dan kontera ini selesai.
Meminta DPRD Provinsi Kepri untuk berkoordinasi dengan Kapolda Kepri untuk menarik pasukan Brimop dari tanah pulau Jemaja,jika pasukan Berimop masih disana akan memicu konfelik.
Dan Mendesak DPRD Provinsi Kepri membentuk Tim independen dalam melusuri permasalahan PT. KJJ baik itu dalam segi perijinan sampai pemantauan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan permasalahan PT.KJJ.
Sekitar satu jam orasi di depan Kantor DPRD,langsung di tanggapi Perwakilan DPRD untuk melakukan mediasi di ruangan rapat serbaguna DPRD Provinsi Kepri.
Edi susanto sebagai koordinasi lapangan (KORLAP) mengatakan sekitar tahun 1998 sampai 2000 PT.KJJ sudah pernah beroperasi di Daerah Jemaja dengan mengarap hutan seluas 200 hektar untuk penanaman bibit kakau.
Terang edi lagi namun bibit kakau tidak kunjung muncul,yang ada penyeludupan kayu hasil hutan Daerah kami,namun kayu gelondongan keluar tengah malam dengan di jemput kapal dari Cina,akhirnya masyarakat perotes namun tidak di hiraukan pemerintah.
” Kami sudah empat kali menyurati pihak Pemerintah Provinsi Kepri dan DPRD Provinsi Kepri namun tidak di hiraukan.kami meminta agar DPRD jadwalkan supaya kami di jumpai dengan pihak PT.KJJ kalau emang pihak p
Prusahaan benar tunjukan bukti kebenarannya dan di saksikan DPRD,instansi Prusahaan,Kementerian,Kejaksaan dan pihak kepolisian,”ujar Edi Susanto yang berhasil di himpun Media.
Namun permintaan itu di tanggapi Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri Sukhri Fakhrial,beliau mengatakan permasalahan ini akan kita bicarakan lagi,saya janji pertengahan puasa akan kita jumpai adek-adek dengan pihak Prusahaan.(virza)




























