WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Berkaitan dengan kejadian sengketa tanah di wilayah Bintan Trikora pada beberapa waktu yang lalu, dimana dari informasi sebelumnya diterima oleh redaksi wartakepri.co.id bahwa adanya sekelompok orang yang dibekingi beberapa oknum TNI mendatangi kampung teluk dalam Trikora dengan melakukan tindakan pembongkaran pagar milik seorang dokter senior di Tanjungpinang. Tidaklah benar adanya demikian, ungkap Dr.Limaran Hartadi, Selasa (2/8/2016).
Diceritakan Dr. Limaran, bahwa dirinya tidaklah membawa tentara sebagai beking dalam permasalahan lahan tersebut. Koordinasi bersama anggota TNI dilakukannya adalah hanya sebagai pengamanan apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
Awal mulanya kejadian tersebut, ketika dirinya melihat pihak Edison selaku pemilik lahan sedang bersama 2 orang anggota Korem berada di lokasi lahan Kelurahan Malang Rapat. Kemudian dengan melihat itu, ia langsung menghubungi atasan Korem yang selanjutnya datanglah bagian territorial TNI setempat.
” Setelah territorial dari Korem datang ke lokasi, kedua anggota TNI yang semula berjaga pada lokasi lahan tersebut diminta untuk pulang, dan selanjutnya dilakukanlah mediasi di lokasi lahan,” ujarnya.
Oleh karena dilaporkan ke Korem, kata Dr. Limaran, Komandan Korem meminta agar permasalahan lahan itu diselesaikan di Koramil 02 Bintan Timur pada tanggal 1 Juli 2016. Sementara itu, pihak Koramil menyiapkan fasilitas untuk melakukan mediasi antara pelaku sengketa. Namun di dalam mediasi itu, pihak Edison tidak ikut menghadirinya.(red)





























