WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Perjuangan masyarakat Kepri untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai World Heritage, memang masih perlu diperjuangan. Dalam kesempatan jumpa pers dengan Gubernur BI Agus Martowarjoyo yang juga dihidiri Menteri Pariwisata, Menteri PAN RB, Gubernur Kepri, Jumat (12/8/2016) sore, WartaKepri.co.id kembali mengingatkan perjuangan almarhum Ayah Sani untuk menjadikan Pulau Penyengat tentang World Heritage ini.
Tampak, mendapatkan pertanyaan ini, Menteri Pariwisata yang diwakili Sudirman Saad yang mewakili Kementerian Pariwisata sempat kaget dan tidak mengetahuinya.
” Kita akan pertanyakan itu ke Kementrian Pariwisata,” ujar Sudirman Saad, saat Konfrensi Pers di Hotel Radison Batam.
Bahkan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun tidak mengerti akan perjuangan menjadikan Pulau Penyengat dari Situs Sejarah Dunia.
” Bapak Gubernur mau menjawab,” ujar Agus Martowardjojo, dan dijawab dengan gelengan kepala, begitu juga dengan Asman Abnur juga tidak bisa menjawab.
Namun, terlepas dari ketidaktahuan ini, ternyata Gubernur BI Gubernur BI Agus Martowardjojo, pada Sabtu (13/8/2016), telah mewacanakan untuk memberikan Rp2 miliar untuk memfasilitasi pelestarian tradisi dan budaya melayu.
Dana itu di antaranya untuk pembangunan sebuah balai adat dan sarana prasarana pendukung destinasi wisata Melayu di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, seni dan budaya Melayu tidak boleh terkikis oleh modernisasi, terlebih nilai estetika Melayu akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia dan menjadi daya tarik untuk pariwisata.
” Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan menjadi tempat lokasi-lokasi penting akar peradaban Melayu, maka itu pariwisata dan kemaritiman di Penyengat harus terus berkembang,” ujarnya.
Agus merekemondasikan untuk pembangunan sektor kemaritiman yang terintegratif di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendongkrak kontribusi sektor kemaritiman yang saat ini baru mencapai 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.
Sedangkan sarana prasarana pariwisata yang akan dibangun Bank Indonesia di Pulau Penyengat adalah revitalisasi moda transportasi wisata, pembuatan marka jalan, pagelaran seni Melayu secara berkala selama satu tahun, dan renovasi sarana pendukung destinasi wisata di Pulau Penyengat.
Bank Sentral juga memberikan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Kautsar dan Kelompok Tani Maju Jaya serta penyediaan fasilitas pendukung gerai nelayan. Bantuan itu untuk program percontohan paya pengendalian inflasi di Tanjung Pinang serta memajukan ekonomi nelayan berbasis koperasi. (dedy swd/antara)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O


























