Menteri KKP Susi Tinjau Pengolahan Limbah Plastik Milik Lanal Natuna

223
Warta Menteri KKP Susi Pudjiastuti

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Usai melaksanakan Apel Siaga Satgas 115 di Markas Mako Lanal Natuna, Menteri KKP Susi Pujiastuti didampingi Bupati Natuna H.A.Hamid Rizal dan beserta rombongan langsung meninjau lokasi pengolahan limbah plastik di Bank Sampah Lanal Ranai.

Apel dipimpin komando upacara Kolenel (P) Arif Badruddin, Menteri Susi menyampaikan tentang Sinergitas Lima lembaga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI AL, Polri, Kejaksaan dan Badan Keamanan Laut (BAKAMLA).

Usai melihat pengolahan limbah, Menteri Susi Pudjiastuti menerangkan, kapal-kapal ikan ilegal itu ditenggelam di delapan lokasi perairan pantai di seluruh Indonesia. Kapal berjumlah 60 kapal, dua diantaranya bendera indonesia.

” Kita tidak meneggelamkan dengan cara mengunakan bahan peledak, melainkan dengan dibocorkan,” kata Susi Pudjiastuti kepada wartawan di Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (17/8/2016).

Kapal-kapal itu ditenggelamkan dengan cara membocorkan lambungnya, tidak diledakkan seperti sebelumnya.

Dua kapal yang ditenggelamkan berbendera Indonesia, sisanya kapal asing. Bangkai kapal yang tenggelam ke dasar laut itu akan dijadikan terumbu karang buatan.

Upaya ini sudah terlaksana delapan Lokasi penenggelaman, Ranai, Tarempa, Kalimantan, Batam (Kepri) Tarakan (Kalimantan Utara), Morotai (Maluku) dan (Papua Barat).

” Ikan yang berenang di zona ekonomi eksklusif kami, adalah ikan kami,” kata Menteri Susi dan menambahkan, penangkapan ikan ilegal paling banyak terjadi di Natuna, yang berbatasan dengan Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Pemerintahan saat ini, sangat keras terhadap penangkapan ikan ilegal. Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan TNI angkatan Laut hingga kini sudah menenggelamkan lebih dari 230 kapal ikan ilegal sejak akhir 2014.

Selain itu, dalam penenggelaman kapal ini, pihaknya tidak lagi menyebutkan nama negara, karena memang pelanggaran ilegal fishing tersebut tidak mewakili negara tertentu, hanya oleh oknum nelayan asing.(rikyrinov)

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel