WARTAKEPRI.co.id, BATAM – dr. Anung Sugihantono, Mkes. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI mengatakan saat ini masih ada tenaga tenaga bidan yang tidak meningkatkan ilmu pengetahuannya. Faktonya karena jarak yang jauh serta terkendala biaya.
” Ada juga tidak punya intergritas profesi dimana ada laporan yang diterima tidak sungguh-sungguh dalam melakukan pelayanan dengan benar. Serta sarana dan prasarana di tempat terpencil banyak yang tidak lengkap, alat-alat sudah lama bahkan ada yang sudah tidak berfungsi,” ujar Anung Sugihantono, Rabu (2/11/2016) dalam Press Confrence Rakernas VI IBI dan PIT Bindan 2016 di Batam.
Maka inilah yang menjadi fokus utama organisasi profesi dan pemerintah dalam meningkatkan mutu disemua sisi untuk berjalan pararel dalam pelayanan lebih baik. Yang mana tadi disampaikan oleh ibu menteri, “daerah khusus tertinggal, terluar dan terpencil menjadi prioritas untuk mendapatkan saran dan prasarana lebih dulu dibandingkan daerah daerah di perkotaan”.
Ketua Umum IBI, dr.Emi Nurjasmi, M.Kes menambahkan untuk status bidan yang sampai sekarang masih PTT setelah melalui beberapa tahap. Oleh itu akan meminta pada pemerintah supaya proses meningkatkan statusnya menjadi PNS berharap tetap berjalan.
Masalah peningkatan mutu di semua sisi ini tidak bisa hanya satu, dua kali tapi dilakukan terus menerus. Melalui kegiatan seperti ini dan forum forum untuk bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.(andi pratama)






























