Nuryanto Kecewa, PT. PBI Tidak Milik Perencanaan yang Kongkrit‎ – WartaKepri
27 views

Nuryanto Kecewa, PT. PBI Tidak Milik Perencanaan yang Kongkrit‎

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Keinginan Pemerintah Kota Batam untuk mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mendapat dukungan besar dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam. Dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).

PKP DREAMLAND

Namun harapan itu hanya lebih besar pasak daripada tiang. Ketua DPRD Batam, Nuryanto SH.MH mengatakan kecewa pada dua BUMD Kota Batam yang tidak memberikan deviden selama bertahun-tahun kepada Pemko Batam dan ini harus diperiksa oleh BPK. Tegas ketua DPRD Batam, Nuryanto SH. MH pada wartakepri, Jumat (4/11/2016) pagi di ruangannya.

Lanjut Cak Nur sapaan akrab, karena tidak memiliki perencanaan yang kongkrit, dan sampai saat ini BUMD tersebut stagnat. Maka sudah seharusnya Sumber Daya Manusia ( SDM) nya dikoreksi dan dievaluasi. Dimana saat pengajuan BUMD, mereka dengan gampang memberikan gambaran dan harapan yang besar terkait profit yang akan didapatkan.

Akan tetapi sampai saat ini, khususnya PT Pelabuhan Batam Indonesia (PBI) belum memberikan laporan sejak berdiri tahun 2014 lalu. Bila diketahui selalu merugi, Nuryanto mengimbau pada Pemerintah Batam untuk bertindak tegas menghadapi BUMD.

“Kita mendukung jika ada langkah Pemerintah Batam untuk mengkoreksi dan merevisi BUMD tersebut. Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Kalau rugi terus dan tidak bermanfaat ya tutup saja,” ujar Cak Nur.

Berita sebelumnya, PT Pelabuhan Batam Indonesia
(PT PBI) milik Pemerintah Kota Batam sampai saat ini masih melakukan pembenahan secara internal, baik dari segi perizinan operasional maupun perizinan lainnya.

Sehingga pada nantinya, PT Pelabuhan Batam Indonesia dapat memberikan kontribusi yang memadai pada kas daerah. Hal ini disampaikan oleh Direktur PT Pelabuhan Batam Indonesia, Filasuf dan didampingi oleh menejer operasional, Kasimun serta komisaris, Zulhendri yang juga Kepala Dishub ( Dinas Perhubungan ) Kota Batam, Rabu (2/11/2016) lalu di ruang komisi 2 DPRD Batam.

Berikut nama perusahaan Badan Usaha Milik Daerah Kota Batam;

1. PT Pembangunan Batam, berdiri tahun 2002. Direktur Hari Basuki.

2. PT Pelabuhan Batam Indonesia, berdiri tahun 2013. Direktur, Filasuf, Komisaris Zulhendri dan Operasional Manager, Kasimun.
Menurut Filasuf, awal berdirinya PT Pelabuhan Batam Indonesia ini karena, Batam memiliki nilai ke lautan yang sangat strategis dan harus memiliki pelabuhan tersendiri untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).
Di samping itu, monopoli pelabuhan yang dilakukan perusahaan asing menjadikan PAD Kota Batam kecil.

Setelah semua perizinan PT Pelabuhan Batam Indonesia ( PT. PBI) selesai, pada bulan Oktober 2014 baru mulai beroperasi tapi hanya sebatas mitra kerja dengan sistem fee 20 persen bersama perusahaan lain.
Hal ini terkendala karena PT Pelabuhan Batam Indonesia belum memiliki kenderaan sendiri seperti; Pelabuhan, kapal dan kenderaan operasional. Tegas Filasuf dan diamini oleh Kasimun selaku operasional manajer.

Dana sebesar Rp 2 miliar yang dikuncurkan pada PT Pelabuhan Batam Indonesia, untuk penggurusan perizinan dan biaya operasional.

Sehingga dengan modal Rp 2 miliar, tidak memungkinkan menjadikan modal usaha maka harus mencari mitra mitra kerja. Ujar Filasuf.

Kemudian Kasimun mengatakan; karena belum lancarnya operasional PT Pelabuhan Batam Indonesia hingga saat ini, membuat pemasukan belum maksimal. Namun, laporan hal pemasukan tersebut sudah disampaikan pada Walikota Batam. Terangnya. (nikson simanjutak)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA