Kronologis Penembakan di Natuna, Versi Warga Diawali Hiburan Perpisahan IPDN

237
WARTAKEPRI.co.id, NATUN – H Wnn Zawali cemas pasca teror lakukan oleh orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya.  Tidak ada korban jiwa, namun satu unit mobil rusak akibat tembakan, Selasa (28/3/2017)
Penyidik berhasil menemukan selongsong peluruh. Mobil Merak plat BP 1010 N rusak akibat 10 tembakan.
Sontak Zawali terkejut setelah mendengar letusan peluru diduga lakukan Orang Tak Kenal.

Wan zawali Tokoh Masyarakat Natuna berdomisili jalan Datuk Yusuf RT 01/RW 01 Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

Warga menduga adanya kaitan dengan acara malam hiburan orgen tunggal yang di selengarankan pihak Desa Sungai Ulu.
Acara pelepasan para praja IPDN dalam rangka praktek kerja nyata ke Desa Sungai Ulu terjadi keributan dengan orang tak di kenal.
” Pelaku datang pada acara malam hiburan saat itu” Ungkap warga setempat, Desa Sungai Ulu kepada awak media saat di jumpai di rumah H.Wan Zawali.

Dari penelusuran, adanya keributan pada saat acara malam hiburan Malam Minggu lalu, didamaikan oleh Kades Sungai Ulu saat itu. Tapi si pendatang yang tidak dikenal itu dibolehkan untuk bernyanyi dan berjoget di atas panggung.
Karena ulahnya yang tak karuan ungkap warga akhirnya di suruh turun dari panggung oleh warga.

” Akhirnya orang tak dikenal itu pergi di jemput oleh temannya,” ujar Warga.

Keesokan warga melihat adanya pengedara mobil Avanza putih yang tidak di ketahui nomor Plat mobilnya. Terlihat juga ada yang mengendarai motor Vision. Kendaraan itu mondar mandir di desa Sungai Ulu.
” Dicurigai warga adalah orang yang tak dikenal kemarin yang datang ke tempat acara hiburan di Desa Sungai Ulu,” imbunya Warga yang tidak mau disebutkan Identitasnya.

Malam kedua tepatnya pukul 00.30 Wib terdengar bunyi suara tembakan beruntun dari halaman kediaman Zawali.

Warga tetangga pun terperanjat mendengarkan suara desingan peluru merobek Body mobil Avanza.

H.Wan Zawali menuturkan pada malam itu sedang ketiduran di dalam rumah. Setelah terdengar suara tembakan, saya bangunkan Hanafi anak saya, tutur Zau.

Tak hilang akal H.Wan Zauwali bergegas ke dapur untuk mengambil Kayu Broti yang gunanya untuk berjaga jaga kalau orang itu masuk ke dalam rumah.

Waktu tak begitu lama, Hanafi menghidupkan lampu teras meraka Melihat pasca letusan peluru yang dimuntahkan.

Dari teras Rumah tempat tinggal mereka akhirnya terang benderang, sambil mengintip lewat jendela H.Wan Zauwali melihat adanya pelaku melarikan diri pakai sepeda motor menuju arah jalan ke Ranai ungkap Wan Zauwali.

H.Zau menambahkan pada ke esokan harinya dilaporkan kepada Babinsa Desa Sungai Ulu bahwa adanya kejadian penembak di rumahnya oleh orang tak dikenalnya itu.
Siang harinya baru datang anak saya yang bernaman Wan Haris datang ke. rumah sambil menanyakan adanya kejadian penembakan oleh orang tak dikenal itu sambil melihat ke halaman rumah masih terdapat sisa selongsong peluru.

Selonsong peluru yang berserakan di pasir serta melihat adanya bekas lobang di atap atas pintu kanan mobil.

Kasus penembakan di pekarangan rumah Ketua LAM Natuna, Wan Zawali diselidiki Polres Natuna beserta Sub Detasemen Polisi Militer Ranai. Ditemukan 10 selongsong peluru di lokasi kejadian.

Ada kerusakan berupa lobang di mobil dinas Toyota Avanza milik Wan Zawali yang sedang terparkir. Selain itu ada kerusakan di teras rumah.

Dalam keterangan persnya, Kapolres mengatakan kejadian tersebut berlangsung Selasa (28/3/2017) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

“Ada ditemukan 10 selongsong peluru. Kami sedang dalami saat ini,” ujar Kapolres.

Sementara itu Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0318/ Natuna, Letkol Inf Ucu Yustiana memastikan jika peluru berkaliber 5,56 mm tersebut biasa dipakai Senapan Serbu (SS) – 1 milik TNI

“Cuma kan perlu penyelidikan. Kalau memang ada oknum TNI yang terlibat. Kita pasti transparan. Yang jelas masyarakat tidak perlu khawatir.

Kami pasti akan selidiki hal ini sampai tuntas. Saya sebagai komandan teritorial di sini akan berusaha sebaik mungkin,” ujar Ucu Yustiana.‎
Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Ranai SHM. Sinaga menegaskan pihaknya melakukan penyelidikan pencarian sedapat mungkin terkait insiden hebohkan warga Natuna.

“Apabila ada bukti kuat sebagai bukti ada oknum yang terlibat kami akan tindak sesuai prosedur pengadilan militer.

Yang jelas saat ini pelakunya belum diketahui. Masih kami cari. ” Kami juga akan melakukan uji balistik terkait temuan selongsong peluru ini,” ungkapnya.(Riky)
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel