News Video: Bea Cukai Batam dan Polresta Tangkap Wanita Kurir Narkoba dari Malaysia

175
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pucat pasi dan grogi menjadi ciri ciri kurir narkoba yang tertangkap di pelabuhan atau di bandara.

Itu juga yang disampaikan oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, R Evy Suhartantyo, saat anggotanya berhasil menangkap pasangan Ratna dan Indra yang membawa narkoba jenis sabu di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Berikut kronologis dari ekposes di Polresta Barelang, Rabu (26/4/2017).

Pertama Ratna berpura-pura menjadi ibu hamil, saat masuk dari Pelabuhan Internasional, Batam Centre, Jumat (21/4/2017) siang lalu.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Ratna dan Indra turun dari ferry yang membawanya dari Malaysia menuju Batam. Saat melintas di depan petugas bea dan cukai, wajah Ratna tiba-tiba berobah pucat pasi, tubuhnya pun menunjukkan gerakan-gerakan salah tingkah.

Petugas yang memperhatikan hal tersebut langsung curiga, Ratna disuruh keluar dari barisan para penumpang yang akan melewati mesin x-ray. Pemisahan itu membuatnya semakin gugup, tanpa ditanya ia pun berujar kalau ia sedang hamil.

Alhasil, petugas Bea dan Cukai pun langsung mengeledahnya di ruang pemeriksaan. Ternyata benar apa yang dicurigai para petugas tersebut, Ratna menyimpan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi i perutnya yang direkatkan dengan lakban.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, R Evy Suhartantyo mengatakan, setelah ditimbang, sabu-sabu yang dibawa oleh Ratna seberat 700,9 gram, sedangkan pil ektasinya sebanyak 100 butir.

“ Kami introgasi, kami pancing-pancing, ternyata narkoba itu akan dibawanya ke Palembang, dan orang yang menunggu di sana bernama Indra,” jelasnya.

Mendengar pengakuan tersebut, Evy pun berkoordinasi dengan pihak Sat Narkoba Polresta Barelang. Akhirnya Tim Opsnal Bea Cukai, bersama Anggota Sat Narkoba Polresta Barelang serta Ratna berangkat ke Palembang.

Minggu (23/4/2017) Ratna pun berhasil menghubungi Indra. Skenario pertemuan dan transaksi pun diatur di salah satu hotel mewah.

“Pelaku Indra sempat curiga dan menolak datang ke hotel tersebut, tapi setelah dibujuk, akhirnya dia datang juga,” papar Kapolresta Barelang AKBP Hengky.

Transaksi narkoba itu pun dilakukan di salh satu ruangan di hotel itu. Setelah yakin narkoba berpindah tangan, polisi akhirnya muncul dan langsung memborgol kedua tangan Indra.

“Mereka kita jerat dengan pasal 112 junto 114 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup dan atau hukuman mati,” tutup Hengky.(batamclick). News Video Putri.

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN