Wartakepri.co.id, Batam – Penyerangan di Markas Polda Sumatera Utara di Jalan Medan -Tanjung Morawa, Sumatera Utara dan penusukan dua anggota Brimob saat sedang salat di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri adalah kado hitam untuk Hari Bhayangkara ke 71 tahun 2017.
Momen penting bagi polisi yang diperingati sebagai Hari Bhayangkara, harus diwarnai oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kekacauan di negeri ini. Kasus penusukan pada anggota polisi itu, merupakan penghinaan terhadap institusi Polri karena terjadi tak jauh dari markas besar kepolisian.
“Indonesia merasa prihatin dengan kejadian itu. Setelah berhasil menyerang Polda Sumatera Utara dan membunuh seorang polisi, kelompok teroris makin nekat mendekatkan serangan ke Mabes Polri,” ujar Cy, seorang akademisi, Sabtu (30/6/2017).
Kasus itu menjadi pesan bahwa para teroris ingin menantang Polri. Atas kejadian tersebut, Polri harus meningkatkan kewaspadaan serta profesionalismenya. Apalagi para teroris saat ini semakin agresif dan nekat secara terbuka melakukan penyerangan pada kepolisian.
Dengan kasus yang sudah terjadi dan ini menjadi catatan hitam HUT Polri 2017. Meminta pada Polri supaya membongkar serta membersihkan jaringan maupun sel-sel terorisme di Negara Indonesia yang kita cintai ini. Teroris saat ini sudah melakukan perang terbuka, hal inilah harus ditanggapi Polri dengan memerangi jaringan teroris. Pinta Cy
( Nikson Simanjuntak )
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























