Wartakepri.co.id, Batam – Kecewa anak mereka tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 7 Botania Batam Center, ratusan orang tua mendatangi pihak sekolah, Kamis (13/7/2017) pagi.
Kekecewaan orang tua murid tersebut dipicu karena pihak sekolah dianggap pilih kasih dalam menerima calon siswa dari warga setempat. Dimana anak yang mendaftar melalui jalur bina lingkungan, banyak yang tidak bisa masuk dengan alasan kuota penerimaan sudah mencukupi kursi.
“Kami sangat kecewa kepada pihak sekolah karena tebang pilih menerima siswa dari warga sini,” ujar lelyti, salah satu warga setempat yang juga orang tua calon siswa yang mendaftar di sekolah tersebut.
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2017, sangat carut marut dan banyak keluhan dari masyarakat, khususnya orangtua murid. Terlebih, setelah pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melimpahkan kewenangan PPDB 2017 kepada masing-masing daerah.
Tidak hanya persoalan teknis yang menjadi permasalahan klasik, sistem zonasi penerimaan siswa baru yang minim sosialisasi juga membuatnya kian carut-marut. Masalah ini, hampir merata di seluruh daerah. Fenomena ini belum termasuk dengan potensi kecurangan hingga pungutan liar (pungli) yang hampir selalu berulang setiap tahun.
Saat di konfirmasi wartawan pada kepala sekolah BS melalui Wakil Bidang Kurikulum SMK 7 Negeri Batam, Soleha Nurul Bariyah membenarkan adanya ratusan wali murid mendatangi sekolah dan mengancam akan menyegel sekolah agar meminta anak-anak mereka di terima di sekolah SMK 7 Negeri.
“Tadi mereka datang ramai-ramai sekitar jam 9:30 WIB, mereka mau segel sekolah, setengah jam dari situ datang pak Lurah dan pihak Kepolisian,” ujar Nurul
Setelah di tengahi oleh pak Lurah dan Pihak kepolisian ssrta lakukan perundingan dengan beberapa perwakilan masyarakat.
“Jadi sampai jam 21:00 WIB nanti malam ini, kita akan menyeleksi siapa saja yang akan kita terima,” kata Nurul
Disamping kurangnya ruang kelas dan banyaknya minat masyarakat yang mendaftar di SMK 7 Negeri Batam, Senin (10/7/2017), baru mendapatkan pemberitahuan dari tingkat Provinsi. Bahwa ada penambahan satu ruang kelas, sebelumnya akan diisi 36 siswa dan menjadi 40 siswa per kelas.
“Makanya dalam rapat tadi kita sepakat akan memilih siapa saja yang akan masuk nanti. Untuk zonasi akan kita ambil perkelas sebanyak 10 orang, anak yatim 2 orang, selebihnya akan kita seleksi berdasarkan peringkat,” ujarnya
( Nikson Simanjuntak )























