WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Nama Lukita Dinarsyah Tuwo, telah ditetapkan pada Senin (16/10/2017) malam menjadi Ketua Baru BP Batam menggantikan Hatanto Reksodipoetro. Penetapan itu disepakati dalam rapat Dewan Kawasan Badan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas. Selain Hatanto, lima deputi BP Batam juga diganti.
Perggantian ini bukan karena keinginan pemerintah pusat langsung, tetapi ada “perjuangan” lama yang dilakukan para pengusaha di Provinsi Kepri dan Kota Batam Khususnya.
WartaKepri mencatat, banyak sudah rilis dari Ketua Kadin Kepri Makruf Maulana berserta jajarannya, dikuatkan juga dari sejumlah pernyataan peryataan ketua Kadin Kota Batam Jadi Radjaguguk.
Tentu, yang paling menjadi perhatian, dan disebut sebut menjadi viral, ketika pertemuan antara Menkoekonomi Darmin Nasution dalam kegiatan Rakernas Kadin se Indonesia awal Oktober 2017 lalu.
Video pertama mengambarkan adanya permintaan dan ketegasan dari Ketua Kadin Kepri dan Ketua Kadin Batam yang menyampaikan pertumbuhan Ekonomi di Batam cuma 1 persen.
Simak Videonya:
Namun sebelumnya, ada pertanyaan dan pernyataan diawal yang disampaikan oleh Ketua Kadin Batam Jadi Rajaguguk juga yang menerangkan secara umum untuk masalah Perka 10 yang diterbitkan oleh BP Batam.
Lalu, proses rapat rapat pergantian setelah mulai terjadi, dan beberapa hari sebelum kepastian pergantian Kepala BP Batam ke Lukita, Jadi Rajaguguk juga telah mengisyaratkan pergantian itu ke Warta Kepri.
Kini proses pergantian itu telah ada, tinggal mengunggu pelantikan. Atas upaya ini, kepada WartaKepri, Selasa (17/10/2017) Jadi Rajagukguk ke media di Batam jelas menyambut baik pergantian pimpinan BP Batam ini dan diharapkan bisa membawa perubahan bagi pertumbuhan ekonomi Batam yang anjlok dalam dua terakhir.
Jadi sangat yakin Lukita memberi perubahan yang lebih baik lagi bagi Batam ke depan.
“Pak Lukita, cocok. Beliau bagus sekali komunikasinya dan mau mendengarkan keluhan masyarakat pengusaha. Itu sudah awal yang bagus bagi kita,” kata Jadi.
Menurut Jadi, masalah utama di BP Batam itu adalah komunikasi dan koordinasi yang buruk antarlembaga pemerintahan, terutama antara BP Batam dan Pemko Batam.
Jadi mengatakan, para pengusaha selama ini sudah berupaya agar stagnasi ekonomi ini diakhiri.
Pada Rapat Koordinasi Kadin Indonesia di Jakarta, 3 Oktober lalu, Jadi juga menyampaikan kondisi Batam kepada Darmin dan meminta ada langkah-langkah yang cepat untuk memperbaiki kondisi Batam.
Dalam rapat itu, Darmin menjawab akan segera diperbaiki. Namun para pengusaha yang hadir dalam rapat itu mendesak, kapan pemerintah pusat melakukannya.(*)
Sumber/Video: Pribadi Jadi Rajaguguk
Tulisan/Editor: Dedy SWD






























