Home Lingga Nelayan Empat Desa di Lingga Sepakat Tidak Langgar Batas Menangkap Ikan

Nelayan Empat Desa di Lingga Sepakat Tidak Langgar Batas Menangkap Ikan

Wartakepri, Musyawarah Nelayan Lingga
Wartakepri, Musyawarah Nelayan Lingga
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA -Tepat pukul 13.00 wib bertempat Balai Desa Sungai Pinang Desa Sungai Pinang Kec. Lingga Timur Kabupaten Lingga berlangsung musyawarah bersama masyarakat desa Sungai Pinang, desa Tanjung Keriting, desa Teluk, desa Belungkur dengan masyarakat desa Batu Belubang Kec. Senayang tentang masalah wilayah tangkap bubu nelayan tradisonal setempat,
Minggu 04/3/2018

Dalam kegiatan wilayah tangkap bubu ini di hadiri oleh Camat Lingga Timur M. Arif, Sekcam Lingga Timur Said Hendri, Kasi Sosial Lingga Timur, Febri Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pinang BRIPDA Eka Hardiayanto Yerli, Danpos AL Pancur PELTU Yuan, Danpos AL Cempa SERMA Kukuh, Danposmat Mepar KOPTU Purnawirawan, serta para Kades di wilayah yang bersentuhan langsung dengan laut pemasangan bubu

“Harapan kami masyarakat/nelayan setempat dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan hati yang dingin dan damai agar tidak adanya ancaman yang dapat merugikan kita satu sama lain”ungkap Camat Lingga timur M.arif

Memang benar masyarakat nelayan kita khususnya Kabupaten Lingga masih banyak menggunakan alat tangkap traditional hal ini di sebabkan dengan keterbatasan ekonomi masyarakat di pesisir untuk bersaing dengan nelayan yang sudah modren

“Diharapkan kepada masyarakat luar daerah nelayan setempat agar dapat mematuhi batas wilayah tangkap nelayan tradisional,karna dengan masuknya nelayan yang menggunakan teknologi menjadikan nelayan tradisional berkurangnya hasil tangkapan”tambah Arif

Mayarakat nelayan selain desa batu belubang berharap ada batas-batas wilayah untuk melakukan oprasi bubu demi menjaga keadilan dan kearifan lokal demi kesejahteraan bersama”

“Kami masyarakat/nelayan setempat ini hanya ingin keadilan dan kearifan lokal demi sejahteranya nelayan tradisonal dan kami meminta batas kewilayahan dengan batas 6 mil yang dapat dipastikan untuk nelayan tradisonal dan tidak diganggu dengan nelayan yang menggunakan alat-alat canggih” ungkap Andy salah seorang nelayan Desa Belungkur

Laut serta kekayaan ikan di dalamnya harusla sama-sama kita jaga demi untuk kehidupan masyarakat nelayan pesisir bukan untuk menjadi sumber konflik melainkan sumber kita mencari rizki dan mempererat tali silaturahmi sesama nelayan

“Kami berharap dengan adanya musyawarah dan kesepakatan ini sesama nelayan dapat menjaga hubungan dengan baik dan tidak terjadi gesekan/konflik, jadi kami berharap juga dalam musyawarah ini adanya kesepakatan antara kedua belah pihak tertulis”tambah wandi

Setelah di lakukan musyawarah panjang dengan beberapa pemaparan dan tanggapan yang begitu rumit akhirnya permasalahan bubu ini bisa menumukan solusi yang positif

“Dengan adanya musyawarah ini kami sangat berterima kasih karna menjadi teguran kami yang akan kami koreksi kedepannya. Ini akan menjadikan pelajaran dan pengalaman bagi masyarakat/nelayan Desa Batu Belubang juga saya mewakili nelayan Desa Batu Belubang meminta maaf atas terjadinya kesalahan ini” Ungkap Lahuru salah satu warga Batu belubang

Akhirnya di buatla beberpa keaepakatan di antaranya :

– Masyarakat/nelayan Desa Sungai Pinang dan sekitarnya membuat kesepakatan kepada masyarakat Desa Batu Belubang agar tidak memasuki wilayah tangkap Perairan Desa Sungai Pinang dan Sekitarnya dengan jangkauan 12 mil dari bibir pantai terluar.
– Masyarakat Desa Batu Belubang menyutujui kesepakatan atas apa yang disampaikan masyarakat/nelayan Desa Sungai Pinang dan sekitarnya.
– Akan dibuat pernyataan dan kesepakat tertulis terlaik batas wilayah tangkap bersama nelayan Desa Sjngai Pinang dan sekitarnya dengan nelayan Desa Batu Belubang.
– Masuarakat/nelayan Desa Batu Belubang akan mengangkat sisa-sisa Bubu yang ada diperairan Desa Sungai Pinang dan sekitarnya dengan tempo waktu 15 hari.

Di harapkan kedepannya tidak ada lagi terjadi kesalah pahaman sesama nelayan demi mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga kita di pesisir.

Tulisan : Ravi

Google News WartaKepri Disnaker Batam Disnaker Batam