Lanal Ranai Laksanakan Penenggelaman KIA Vietnam, Pemusnahan Kapal Serentak di 11 Lokasi Indonesia

670

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Perintah penenggelaman kapal ikan asing (KIA) Vietnam pelaku tindak pidana Ilegal Fishing di perairan ZEE Indonesia hasil operasi Unsur-unsur KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan TNI Angkatan Laut dilaksanakan Lanal Ranai, Senin (20/8/2018).

Pelaksanaan penenggelaman kapal ini dilakukan serentak dibeberapa wilayah Indonesia, dimana penenggelaman kappa dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti selaku Dansatgas yang berada di Bitung.

Adapun daftar keseluruhan kapal per lokasi pemusnahan adalah sebagai berikut:

  1. Langsa berjumlah 3 kapal
  2. Belawan berjumlah 7 kapal
  3. Batam berjumlah 9 kapal
  4. Tarempa berjumlah 23 kapal
  5. Ranai berjumlah 40 kapal
  6. Pontianak berjumlah 18 kapal
  7. Cirebon berjumlah 6 kapal
  8. Tarakan berjumlah 2 kapal
  9. Bitung berjumlah 15 kapal
  10. 10.Ambon berjumlah 2 kapal
  11. 11.Merauke berjumlah 1 kapal

Adapun metode pemusnahan kapal pada bulan Agustus Tahun 2018 adalah dengan tidak menggunakan bahan peledak.

Pelaksanaan penenggelaman KIA Vietnam yang dilaksanakan oleh Lanal Ranai pada tanggal 20 Agustus 2018 dengan rincian kegiatan sebagai berikut : Pada pukul 0600 Wib, bertempat di kantor Kajari Natuna telah dilaksanakan upacara penandatanganan Berita Acara serah terima barangbukti KIA Vietnam yang berkekuatan hukum tetap dari Kajari Natuna Juli Isnur  kepada Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan.

Pejabat yang  hadir pada upacara serah terima adalah Zulfikar Dirjen tangkap Psdkp, Sandi Jaksa Utama Muda Kajagung, Waluyo Sesdit PSDKP,  Juli Isnur Kajari Natuna.

Sementara Personel yang terlibat dalam acara penandatanganan Berita Acara tetsebut terdiri dari perwakilan dari Kejari, perwakilan Lanal Ranai, Satwas Psdkp Tanjung Kumbik, Bakamla dan Dinas perikanan Kabupaten.

Kejaksaan RI mempunyai tugas dan wewenang sebagai eksekutor dalam pelaksanaan kegiatan pemusnahan dan penenggelaman barang bukti kapal penangkapan ikan secara illegal/Illegal Fishing yaitu pasal 270 KUHAP, Pasal 30 ayat 1 UU no 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan dan Perpres nomor 115 tentang Satuan Tugas Penangkapan Ikan secara Illegal/Illegal Fishing

Kegiatan penenggelaman kapal pelaku tindak pidana Illegal Fishing hasil operasi dan tangkapan penyidikan TNI AL, Polair, PSDKP di wilayah perairan ZEEI periode tahun anggaran 2018.

Adapun jenis kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing tersebut terbuat dari kayu, besi dan fiber, dengan berbagai ukuran yang saat ini terkumpul di 11 pelabuhan masing masing daerah dimana penenggelaman kapal akan dilaksanakan secara serentak.

Kajari Natuna mewakili Jaksa Eksekolutor memberikan surat perintah putusan pengadilan B 48 terhadap barang bukti kapal yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sejumlah kapal untuk wilayah Kejari Natuna.

Sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan penenggelaman kapal Ikan pelaku tindak pidana perikanan illegal fishing adalah jajaran unsur TNI AL, dengan status barang bukti kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap/inkrah dengan amal putusan barang bukti serta penetapan pengadilan, Kapal ikan pelaku tindak pidana Illegal Fishing dirampas untuk dimusnahkan dan selanjutnya barbuk kapal ikan pelaku tindak pidana perikanan Illegal Fishing dalam pelaksanaan penemggelaman kepada TNI AL untuk di tenggelamkan.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, Barbuk KIA Vietnam berkekuatan hukum untuk di musnahkan dari Kajari kepada Danlanal Ranai.

“Kegiatan pemusnahan yg dilakukan dengan cara di tenggelamkan ini akan dilakukan secara serentak di 11 titik yang tersebar di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Disebutkannya, pihaknya tugas dari Satgas 115 dan dari Kasal untuk melakukan penenggelaman kapal yg telah diserahkan dari Kajari Natuna dan harapan Danlanal Ranai semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman, lancar dan sesuai dengan yang di harapkan.

Menteri Susi pujiastuti mengucapkan,  terima kasih banyak dari Dansatgas 115 yg diwakili oleh Dirjen Tangkap PSDKP kepada seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan, apresiasi bantuan sehingga proses ini berjalan dengan baik segala penghargaan juga kami berikan kepada seluruh pihak termasuk dari Kejaksanan Negeri, Kajagung, Lanal Ranai, PSDKP dan seluruh jajaran yang terlibat sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik.

Pada pukul 06.45 Wib, Danalanal Ranai beserta rombongan menuju Faslabuh Selat Lampa untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan penenggelaman serentak dengan komando langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

Selanjutnya pada Pukul 10.15 Wib, Danlanal Ranai melaksanakan laporan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pujiastuti selaku Dansatgas 115 dan pimpinan penenggelaman serentak di 11 titik lokasi.

Setelah mendapat jawaban dan perintah dari Dansatgas 115 untuk ditenggelamkan kemudian proses penenggelaman secara simbolis 1 buah KIA Vietnam BV 0627 TS di lokasi penenggelaman perairan Sabang Mawang dengan disaksikan Dirjen Tangkap Psdkp, Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Sesdit Psdkp serta undangan.(Rikyrinovsky/Pen Lanal Ranai)

Honda Capella