WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang memiliki keuntungan komparatif dan kompetitif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan perekonomian demi peningkatan kesejahteraannya. Dalam rangka pemanfaatan keuntungan tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang melaksanakan program pengembangan industri kecil dan menengah melalui kegiatan pendampingan terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Tanjungpinang. Demikian dikatakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang Samsudi, S.Sos, MM ketika membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia IKM Melalui Gugus Kendali Mutu di Hotel Bintan Plaza, Senin (17/9/2018).
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai Senin (17/9/2018) sampai dengan Jumat (21/9), dan diikuti oleh 30 pelaku IKM. Dilanjutkan oleh Samsudi, untuk menjadi IKM yang berdaya saing pelaku IKM harus memiliki integritas tinggi. Sebagai langkah awal, Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan pembinaan pendekatan Gugus Kendali Mutu (GKM) melalui penumbuhan partisipasi pelaku industri. Pelaku IKM diharapkan mampu mencari pemecahan kendala pengembangan usaha dengan mengidentifikasi, memilih, dan menganalisa berbagai persoalan dengan memberi tekanan pada peningkatan partisipasi dan kreativitas.
“Upaya peningkatan mutu tidak terbatas hanya pada hasil produk, tapi harus dilakukan mulai dari tahapan perencanaan, proses, dan metode-metode untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu saya berharap kepada peserta agar mampu memanfaatkan kegiatan ini sebagai bahan pembelajaran bagi peningkatan kualitas usahanya,” ungkap Samsudi.
Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mengharuskan pelaku IKM di daerah meningkatkan kualitas dan mutu produk. Peningkatan kualitas dan mutu menjadi sesuatu yang wajib agar produk lokal mampu bersaing, atau bahkan menembus pangsa pasar ASEAN. Ditambahkan Samsudi, kegiatan peningkatan kapasitas SDM melalui GKM itu sendiri ditujukan untuk :
- Meningkatkan pemasaran hasil produk IKM melalui penerapan konsep mutu.
- Meningkatkan daya saing produk IKM dalam era perdagangan global.
- Menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan pelaku IKM dalam bidang mutu produk yang dihasilkan.
Narasumber pada kegiatan didatangkan dari Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Riau. Ke – 30 peserta terdiri dari pelaku IKM yang bergerak di sektor industri pangan, industri sandang, dan industri kerajinan umum.
“Semoga kegiatan ini mampu melahirkan pelaku-pelaku IKM yang memiliki daya saing, bahkan mampu menembus pangsa pasar ASEAN dengan diraihnya standar ISO 9000. Dalam menghadapi era perdagangan bebas saat ini, pelaku IKM harus mampu meningkatkan kualitas produknya. Terlebih pada tahun 2020, kita akan segera memasuki era industri 4.0. dan hal itu menyebabkan pelaku usaha harus lebih meningkatkan kreativitasnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Samsudi.
Sumber : tanjungpinangkota.go.id


























