Ini Langkah Pemko Tanjungpinang Agar Pedagang di Rimba Jaya Kembali Berusaha

Ini Langkah Pemko Tanjungpinang Agar Usaha di Rimba Jaya Kembali Berdagang



FANINDO

WARTAKEPRI.co.id TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama pengusaha Rimba Jaya gelar pertemuan membahas masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta langkah kedepan, terkait salah satu bangunan masih dalam proses serta tunggakan pajak.

Pertemuan yang dipimpin Walikota Tanjungpinang Syahrul dan dihadiri Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma. Sedangkan dari pihak pelaku usaha hadir Ricard selaku pemilik perusahaan kawasan Rimba Jaya beserta karyawannya Junet dan Edi, di Kantor Walikota Tanjungpinang. Sabtu (8/12/2018).

Hasil pertemuan tersebut sudah didapat kata mufakat bahwa para pedagang tidak perlu khawatir, mereka dipersilakan berjualan seperti biasa.

Hanya saja dalam satu atau dua hari ini (Sabtu dan Minggu) Ricard menutup sementara guna untuk menjaga agar kondisi tenang seperti sedia kala.

Sedangkan masalah IMB Ricard mengatakan mereka sedang dalam proses pengurusan. Untuk pajak yang masih dalam tunggakan, ia menyatakan kesediaannya untuk membayar namun ia minta keringan dari Pemko Tanjungpinang untuk menyicilnya.

Hal tersebut disambut baik oleh Walikota dan Wakil Walikota Syahrul mengatakan, Pemko Tanjungpinang sangat mendukung berkembangnya investasi di daerah ini. Bahkan Rimba Jaya merupakan salah satu pusat perdagangan di daerah Tanjungpinang yang mampu membangkitkan geliat ekonomi masyarakat.

Namun ia juga mengingatkan, agar pengusaha juga mematuhi Undang-Undang dan aturan yang berlaku, disamping memiliki hak, tentunya juga ada kewajiban yang harus dipenuhi seperti harus ada IMB terlebih dahulu baru bangunan dapat didirikan, begitu juga dengan pajak harus dibayar, karena digunakan kembali untuk kelangsungan pembangunan di daerah ini.

“Kepada pengusaha Rimba Jaya saja, akan tetapi juga kepada seluruh pengusaha yang ada di Tanjungpinang untuk sama-sama mentaati aturan dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik,” tegas Syahrul.

Sementara itu Rahma menambahkan, bahwa IMB tinggal selangkah lagi, karena yang bersangkutan sudah memilki SKRK, tinggal menunggu IMB keluar.

Untuk itu Rahma berharap seluruh dokumen dilengkapi, sehingga pembangunan di salah satu tempat tersebut dapat dilanjutkan kembali. Selain itu juga pajak diangsur pembayarannya, pemerintah juga memberi kemudahan, karena juga ada aturannya untuk keringanan pajak sesuai Undang-Undang yang berlaku.

“Tanjungpinang merupakan rumah besar kita, miniatur Indonesia, karena disini juga beragam suku, agama dan bangsa hidup rukun dalam harmoni Kbhinnekaan, dan ini harus sama-sama kita jaga”, ujarnya.

Ia juga menambahkan sebesar apapun masalah pasti ada solusinya, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan kepala dingin. Syahrul berharap terkait permasalahan ini masyarakat Tanjungpinang tidak perlu resah dan tidak mudah terprovokasi.

Sementara itu Ricard mengatakan bahwa dengan adanya pertemuan ini ia merasa lega, bahkan ia siap membantu Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menata Rimba Jaya, karena pusat kuliner yang satu ini banyak dikunjungi masyarakat tempatan, maupun turis lokal dan macanegara.

” Kami mendukung sepenuhnya penataan kawasan Rimba Jaya oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, bahkan kami siap kawasan Rimba Jaya untuk dijadikan pusat wisata, hingga orang tertarik datang ke Tanjungpinang,” ujar Ricard.(*)

Tulisan : Yansyah



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA