WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Kepri untuk memperkuat promosi wisata sejarah dan budaya ke pasar internasional.
Peluang tersebut dibahas saat Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menerima audiensi Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty Siahaan bersama jajaran pelaksana ASITA Kepri Travel Mart (AKTM) VII 2026 di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana mengintegrasikan potensi wisata sejarah dan budaya Tanjungpinang ke dalam rangkaian AKTM VII 2026 melalui konsep Linkage Tourism atau interkoneksi pariwisata lintas daerah.
Konsep ini diarahkan untuk membangun konektivitas destinasi wisata di Kepulauan Riau sehingga wisatawan mancanegara tidak hanya berkunjung ke satu daerah, tetapi memiliki pilihan perjalanan yang mencakup sejumlah destinasi dalam satu kawasan.
Ketua DPD ASITA Kepri, Eva Betty Siahaan, mengatakan AKTM VII 2026 dirancang sebagai ajang pariwisata berskala internasional yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri wisata, tetapi juga mendorong pemerataan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan dan Tanjungpinang.
“Melalui konsep interkoneksi pariwisata ini, kami akan membawa puluhan international buyers dari berbagai negara seperti India, Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Belanda hingga Filipina,” ujar Eva.
Menurutnya, kegiatan AKTM VII 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari Business to Consumer (B2C), forum bisnis Business to Business (B2B) hingga Famtrip atau perjalanan pengenalan destinasi bagi para pelaku industri pariwisata.
Namun, ASITA Kepri menempatkan forum B2B dan Famtrip sebagai bagian penting untuk memperkenalkan destinasi potensial kepada agen perjalanan internasional.
“Kami ingin para agen perjalanan dunia berkomitmen memasukkan koridor wisata sejarah Tanjungpinang dan Pulau Penyengat dalam paket utama mereka guna memperpanjang durasi tinggal wisatawan asing,” jelasnya.
Pulau Penyengat Jadi Bagian Strategi Promosi
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai Tanjungpinang memiliki kekuatan pada sektor wisata budaya dan warisan sejarah yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata Kepulauan Riau.
Menurut Ariza, masuknya Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat, dalam agenda promosi AKTM VII 2026 dapat membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan sejarah dan budaya daerah kepada wisatawan internasional.
“Masuknya Tanjungpinang, khususnya Pulau Penyengat, sebagai bagian dari promosi dalam AKTM VII 2026 dapat menjadi langkah untuk semakin mengenalkan potensi budaya dan warisan sejarah kita ke pasar internasional,” kata Ariza.
Ia berharap rencana tersebut tidak berhenti pada agenda promosi, tetapi dapat dilanjutkan melalui program kerja bersama yang memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ariza menilai penguatan promosi destinasi juga perlu diikuti dengan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM agar peningkatan kunjungan wisatawan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Dengan kolaborasi, dapat diwujudkan dalam program yang konkret. Kita ingin promosi pariwisata yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak terhadap ekonomi kreatif dan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi antara Pemko Tanjungpinang dan ASITA Kepri melalui AKTM VII 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Kepulauan Riau, sekaligus membuka peluang bagi wisatawan mancanegara untuk memperpanjang perjalanan mereka dengan mengunjungi Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. (*)
Editor Dedy Suwadha





























