Massa Perpat Kembali Datangi Bawaslu Batam Karena Laporan Dugaan Tidak Diproses

Saparuddin Muda dan Bawaslu Batam



FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kedatangan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) untuk menanyakan kelanjutan terhadap kasus pelanggaran Pemilu yang diduga melakukan money politik, Senin (20/05/2019) sore hari. Panglima Pendiri Perpat, Saparuddin Muda mengatakan sangat kecewa dengan Bawaslu Kota Batam karena laporan tidak diproses.

“Seakan-akan kedatangan kita dari Perpat tidak dianggap oleh Bawaslu Kota Batam,” ucap Saparuddin saat ditemui di kantor Bawaslu Kota Batam.

Masih menurut Saparuddin jawaban dari Komisioner Bawaslu Batam Divisi Penindakan, Bosar Hasibuan tidak etis dan menganggap laporan kita tidak jelas.

“Jadi sempat saya elus pipi Bosar tadinya. Selanjutnya Bosar merasa dirinya ditampar dan teriak karena tidak terima,” kata Saparuddin menceritakan kejadian tersebut.

Saparuddin menambahkan melihat kejadian tersebut anggota Perpat yang hadir langsung mendatangi Bosar, namun Bosar sendiri melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran.

“Sangat aneh jika kasus money politik yang diduga dilakukan oleh caleg Gerindra Provinsi Kepulauan Riau, NHP tidak bisa diproses berdasarkan hukum sementara sudah jelas videonya” terang Saparuddin.

Saparuddin menjelaskan kasus Muhammad Yunus yang belum jelas tetapi bisa diproses dan dilimpahkan untuk disidangkan.

“Bawaslu Kota Batam harusnya tidak memilih-milih kasus. Harusnya semua persoalan pelanggaran Pemilu harus diproses sampai tuntas,” tutup Saparuddin. (Joni Pandiangan)



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA