Data Meteorologi dan Ditretorat Air Baku BP Batam Ingatkan Warga Batam Hemat Air Bersih

33

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kepala Balai Stasiun Meteorologi Kelas 1 Batam bersama Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam menghimbau masyarakat Batam untuk berhemat air. Pasalnya, Balai Stasiun Meteorologi menyampaikan selama Februari 2020 tidak akan ada hujan yang turun dalam jumlah tinggi dan lama.

I Wayan Mustika, Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam bersama Direktorat Humas dan Promosi menjelaskan Batam tidak mempunyai musim, berbeda dengan wilayah lain seperti di Jawa yang mempunyai musim hujan, panas. Sementara di Batam musimnya tidak terlalu jelas apakah kemarau atau hujan.

Dari data yang ada pada bulan Februari terdapat curah hujan terendah sepanjang tahun 2020, dan ini tidak hanya di Batam tapi Kepuluan Riau. Dan dari Januari sampai bulan Juni 2020 dalam kondisi normal tidak ada cuaca ekstrim. Karena sebagian besar normal dan pengaruh – pengaruh yang ekstrim tidak akan ada terjadi.

” Kenapa tidak terjadi hujan di Kepri, karena uap air yang terkumpul dari laut tadi terbawa oleh angin sehingga curah hujan terjadi di wilayah lain. Dan menurut data kami, melemahnya kecepatan angin, diakhir Februari dan sebagian besar wilayah Indonesia udaranya akan cukup lembab, selanjutnya pada bulan Maret dan April, kemungkinan akan adanya turun curah hujan,” terang I Wayan.

Dibulan Februari Curah hujan di Batam, dibandingkan dengan bulan – bulan lainnya akan lebih sedikit, untuk itu bagi pengelola/penggunaan air agar dapat mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan dari pada curah hujan yang minim ini, agar dapat guna pemanfaatan air lebih baik lagi.

Sementara itu, Manager Air Baku, Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Hadjad Widagdo menjelaskan curah hujan yang terendah pada tahun 2020, di bulan Februari.

” Ini merupakan sebuah warning buat kita semua, karena pemakaian air di Batam itu termasuk boros di mana terdapat 200 liter per orang per hari, dimana sebenarnya untuk normal pemakaian air itu 160 liter per hari per orang,” kata Hadjad Widagdo.

Walaupun ada hujan yang terjadi, itu pun hujan lokal seperti contoh di Batu hujan belum tentu Sekupang hujan. Dan curah hujannya pun itu sedikit. Dengan jumlah penduduk 1.3 juta jiwa, saat ini kita mempunyai 5 waduk, dan di waduk duriangkang sujdah turun sekitar 2 meter lebih.

” Walaupun kita punya waduk lainnya, untuk membackup. Tapi, namanya sumber daya alam pastinya terbatas, untuk itu perlu adanya penghematan dan air ini harus kita hargai,” akhir Hadjad Widagdo.(*)

Tulisan : Andi Pratama

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND