Yonko 465 Paskhas Kembali Ke Natuna Amankan WNI dari Jepang – WartaKepri
50 views

Yonko 465 Paskhas Kembali Ke Natuna Amankan WNI dari Jepang

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID – Batalyon Komando 465 Paskhas memberangkatkan 60 orang prajuritnya ke Natuna dalam rangka pengamanan  Lanud Raden Sadjad terkait rencana pemulangan 74 WNI dari Jepang ke Indonesia  yang bekerja di Kapal Pesiar Diamond Princess Cruise yang berlayar di perairan Yokohama Jepang.

 Penugasan pengamanan di Lanud Raden Sadjad dalam rangka pemulangan 74 WNI ini dipimpin oleh Wadanyonko 465 Paskhas Mayor Pas Doni Herriyanto

Dengan menggunakan pesawat Boeing B 737 200 – AI 7304 dengan Pilot Mayor Pnb Handyka Prama H, Co. Pilot 1 Lettu Pnb Hafiz Avinata, Co. Pilot 2 Letda Pnb Briannityo P.

Didalam penugasan di Lanud Raden Sadjad nantinya para prajurit akan melaksanakan pengamanan agar Lanud Raden Sadjad tetap steril dan kondusif seperti pada saat pelaksanaan evakusasi WNI yang dari Wuhan sebelumnya.

Tentunya dalam kegiatan ini kedepanya para prajurit harus dalam kondisi sehat dan selalu menggunakan perlengkapan guna mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan serta  telah menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan apa yang harus dan yang akan dikerjakan di Natuna nantinya.

Pemerintah Indonesia Upayakan Skema Evakuasi Terbaik bagi WNI di World Dream dan Diamond Princess

Tempat terpisah, Presiden Indonesia Joko Widodo, dalam keterangannya Jakarta Convention Center, pada Rabu, 26 Februari 2020 mengatakan Adapun terkait dengan WNI yang berada di kapal Diamond Princess, bahwa pihaknya sedang mengupayakan diplomasi dengan pemerintah Jepang.

Meski demikian, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah ingin sesegera mungkin menyelesaikan proses evakuasi tersebut.

“Ini masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah Jepang. Tidak semudah itu diplomasi negosiasi, tidak segampang itu. Tapi kita akan berusaha secepat-cepatnya untuk menyelesaikan ini,” tuturnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin pemulangan para WNI tersebut dilakukan dengan cara gegabah.

“Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dikalkulasi. Hati-hati, saya hanya selalu pesan kepada Menko, hati-hati memutuskan dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Harus tepat,” tandasnya.
(Slm)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA