Heboh Sejumlah Wilayah Karimun Zona Merah Corona, Ini Kata Rachmadi Kadinkes Karimun

844

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Kepala Dinas Kabupaten Karimun, Rachmadi, membantah mengenai beberapa wilayah di Karimun dianggap sudah menjadi zona merah Rabu (29/4/2020). Hal itu terjadi dikarenakan beredarnya pesan berantai di WhatsApp Group maupun di media sosial (Facebook), mengenai zona merah terkait penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), di wilayah Kabupaten Karimun,.

Melalui Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus sebagai juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan (P2) virus Corona Kabupaten Karimun, Rachmadi, membantah pesan berantai itu.

Saat di konfirmasi oleh WARTAKEPRI.CO.ID, beliau menjelaskan bahwa, tidak adanya zona merah diwilayah Kabupaten Karimun, karena tidak ada penularan corona transmisi lokal (local transmission).

“Misal wilayah Desa Selat Mendaun kasuspun tidak ada, memang ada ODP dan hal ini biasa dan selama 14 hari sudah selesai dinyatakan negatif, berarti kan tidak ada kasus. Jadi tidak benar informasi tersebut,” tegas orang tua dari dr. Aulia Dian Ashari ini.

Dikatakannya, atas dasar apa disebutkan pada beberapa wilayah di Kabupaten Karimun dinyatakan sebagai zona merah.

“Zona merah itu kalau sudah ada transmisi, dan kasusnya sudah seberapa banyak. Kalau di Karimun hingga saat ini dikatakan transmisi belum, akan tetapi sudah adanya cluster,” pungkasnya.

Menurutnya, untuk penetapan apakah suatu wilayah dikatakan zona merah atau tidak itu bukan dari dinas kesehatan, itu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ketentuan belum pernah dapat dan sudah ditanyakan baik kepada Provinsi maupun Pusat, maupun kepada Kementerian Kesehatan, karena link kita kan terhubung kesana,” imbuhnya.

Dirinya juga merinci, hingga saat ini Rabu tanggal 29 April 2020, sudah melalukan Rapid Test sebanyak 25 orang, terkait dengan kontak pasien cluster keluarga seorang pria berusia 90 tahun tersebut.

“Alhmdulillah hasilnya keseluruhan non reaktif,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Karimun Agung Jati Kusuma. Dirinya mengatakan bahwa, berdasarkan aplikasi PeduliLindungi, dimana untuk melacak penyebaran Covid-19 kini sudah dapat diunduh melalui situs yang beralamat di pedulilindungi.id, dan diwilayah Kecamatan Karimun memang tidak ada.

“Untuk diwilayah Kecamatan Karimun sendiri, baik itu PDP hanya ada tiga orang, maupun ODP 25 orang, dan kalau dikatakan zona merah peningkatannya belum pasti,” katanya.

Agung menambahkan bahwa selama ini sudah dilakukan upaya-upaya pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya diwilayah Kecamatan Karimun.

“Intinya, mohon kerjasama yang baik dan kesadarannya dari seluruh elemen masyarkat Karimun, untuk selalu mematuhi dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, karena hingga saat ini masih banyak warga yang berkerumun, tidak menggunakan masker dan lain sebagainya,” kata Agung.

Repoter : Aziz Maulana

Tiga Kasus Baru Positif di Karimun Cluster Sungai Lakam Karimun, Terdata 32 Orang Kontak dengan Pasien

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND