Nelayan Demo Tolak Kapal Cantrang ke DPRD Anambas, Hasilnya Perwakilan Nelayan akan ke Jakarta

660
Nelayan Demo Tolak Kapal Cantrang ke DPRD Anambas
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Ratusan Nelayan Anambas padati kantor DPRD Anambas dan lapangan Sulaiman Abdullah Tarempa Kecamatan Siantan. Kedatangan ratusan nelayan tersebut bukan untuk bersilaturahmi melainkan untuk melakukan unjuk rasa (Demo) terkait maraknya kapal Cantrang, Kapal Ikan Asing (KIA) dan kapal Pukat mayang beroperasi di laut Natuna Utara-Anambas. Ratusan nelayan untuk mendatangi kantor DPRD Anambas untuk menuntut sejumlah usulan dari para nelayan.

Massa yang datang dari beberapa Kecamatan yang ada di Anambas ini bergerak dari pelabuhan Tarempa menuju ke gedung DPRD Anambas yang kemudian berlanjut di lapangan bola Sulaiman Abdullah untuk menyampaikan tuntutan aksinya.

Dedi Syahputra Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas saat di konfirmasi mengatakan bahwa pihaknay melaksanakan aksi unjuk rasa ini untuk menyampaikan tuntutan berupa, tuntaskan dan Realisasikan Hasil Rekomendasi oleh Panitia Khusus (PANSUS) DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Tentang Nelayan, menolak Rencana Pemerintah Melegalkan Alat Penangkapan Ikan Cantrang/Trawl, hentikan Segera Alat Penangkapan Ikan Cantrang/Trawl Beroperasi di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas-Natuna.

Sesuai Dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan
Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia, mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan Penolakan Alat Penangkapan Ikan Cantrang/Trawl di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas-Natuna.

Kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, mendesak Lembaga/Instansi Terkait Melakukan Pengawasan Secara Rutin dan Melibatkan Nelayan, Mendesak Lembaga/Instansi Terkait Memperkuat Pengawasan dan Bertindak Tegas Terhadap Kapal Ikan Asing di Perairan Anambas-Natuna.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

“Tertibkan Pelanggaran Zona Tangkap Kapal Mayang di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas-Natuna, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Serius dan Sungguh – Sungguh Menyelesaikan Persoalan Nelayan, dan Jika Desakan Nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas Tidak di Indahkan dalam 1×24 Jam, maka Nelayan Akan Bertindak sendiri di Lapangan,” ucapnya.

Aksi tersebut hampir rusuh saat wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan pendapatnya, namun pihak TNI – Polri langsung melakukan pengamanan sehingga kerusuhan bisa di reda. Aksi Demo tersebut selesai setelah ada kesepakatan bersama antara pemerintah daerah bersama dewan perwakilan rakyat daerah Anambas bersama HNSI Anambas dengan aksi damai nelayan pada tanggal 3 September 2020 di gedung DPRD Anambas.

Hasil Kesepakatan

Inilah nota kesepakatan yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak antaranya adalah, Pemerintah dan DPRD Anambas bersama sama dengan HNSI dan perwakilan nelayan serta instansi vertikal terkait untuk ke provinsi Kepri dan Jakarta membicarakan masalah kapal Cantrang, Pukat Mayang, dan Kapal Ikan Asing (KIA).

Kedua Pemerintah Daerah dan DPRD Anambas bersama sama instansi vertikal dan perwakilan Nelayan cabang dinas kelautan dan perikanan provinsi Kepri dan perwakilan HNSI turun kelapangan untuk mengawasi kapal Cantrang, Pukat Mayang, dan Kapal Ikan Asing (KIA).

Ketiga Pemda Anambas bersama DPRD Anambas bersama sama dengan HNSI Anambas dan perwakilan Nelayan serta instansi terkait diikutsertakan dalam setiap rapat rapat permasalahan Nelayan, dan keempat segera menindaklanjuti hasil orasi nelayan pada tanggal 3 September 2020 di gedung DPRD Anambas.(Rama).

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN